
Teropongindonesianews.com
Oleh Dionisius Ngeta
Tinggal Di Bukit Nangahure, Kel. Wuring
Kec. Alok Barat Kabupaten Sikka Flores NTT
“Leadership begins with a clear vision”, kepemimpinan bermula dengan sebuah visi yang jelas/pasti, demikian Ken Blanchard. Visi yang pasti adalah landasan pijak yang tepat bagi seorang pemimpin dalam meraih mimpi. Visi menjadikan kepemimpinan seorang pemimpin memiliki arah dan tujuan yang didasarkan pada prinsip dan nilai.
Pemimpin yang memiliki visi selalu piawai dalam menilai. Ia mampu membaca dan memahami medan bakti dan tanda-tanda kehidupan kendatipun kondisi dan situasi serba sulit. Ia memiliki filosofi dalam mengabdi dan kecukupan strategi implementasi. Ia fleksibel, siap menerima masukan, nasehat dan bahkan kritikan. Tetap optimis, tidak reaktif, termasuk terhadap pendapat yang berbeda dari lawan-lawan politik bahkan provokasi dan caci-maki.
Sebaliknya, pemimpin yang tidak memiliki visi yang jelas hanya menjadi seorang yang penuh kebimbangan dalam melangkah. Ia tidak bisa fokuskan sepenuhnya daya dan upaya ke arah yang benar untuk meraih yang terbaik bagi kepentingan masyarakat atau bawahannya.
Memiliki kepastian visi dalam kepemimpinan
Segala program strategi nasional yang dikerjakan pemerintah di bawah leadership Presiden Jokowi, bukan Jokowi hanya ingin meninggalkan legesi. Tapi pertama-tama karena dia memiliki a clear vision, memiliki sebuah kepastian visi dalam kepemimpinannya.
Filosofi Membangun Dari Desa, Daerah Terdepan dan Terluar serta Pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) bukan hanya falsafah pembangunan tapi juga karena Jokowi memiliki visi pemerataan yang berkeadilan. Refolusi mental yang digaungkan tidak hanya jargon tapi karena visi agar negara dan aparat pemerintah, aparatur sipil negara (ASN) memiliki etos kerja, bebas dari mafia dan bersih dari korupsi, kolusi dan nepotisme. “Kerja, kerja, kerja” tidak hanya “tagline” belaka tapi karena Jokowi melihat banyak aparatur sipil negara (ASN) bekerja linear dan itu-itu saja. Pembangunan infrastruktur yang masif dan intensif karena visi Jokowi tentang percepatan mobilisasi masyarakat dan distribusi barang dan jasa.
Jokowi adalah salah satu presiden terbaik, yang pernah ada di NKRI. Mimpi-mimpi besar yang jelas dan terukur, membumi dan terarah selalu dipunyanya. Ia mampu merumuskan mimpi-mimpi besar itu “in a clear vision”, dalam sebuah visi yang jelas sebagai target yang harus dicapai.
Mimpi-mimpi besar yang dirumuskan dalam visi meyakinkan langkah-langkah kerja strategis Jokowi walau dihadang para mafia dan diterjang berbagai isu, gosip, freming, labelisasi bahkan caci-maki. Freeport dibuat lebih menguntungkan negara dan Petral dibubarkannya karena visi kekayaan alam harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan, kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.
Jokowi mampu memfokuskan sepenuhnya segala daya dan upaya ke arah yang benar untuk meraih yang terbaik bagi kepentingan masyarakat dalam berbagai bidang pembangunan. Uni Eropa kelabakan ketika ekspor bahan dasar nikel distopkan Jokowi dan bangun parbrik nikel dalam negeri. Ia tak segan menggelontorkan banyak uang negara untuk membangun berbagai sarana prasarana dan fasilitas mulai dari desa seperti waduk, jalan desa, jalan tani, pembangunan jalan tol dan trans, perbatasan negara, bandara, pelabuhan, tempat destinasi pariwisata, pabrik, listrik, dan lain-lain. Hal ini dilakukan karena visi pemerataan, keadilan dan kesejahteraan selain kedaulatan dan kesetaraan dengan bangsa-bangsa lainnya.
Jokowi tak segan memberhentikan para menteri yang bermental priyayi. Karena baginya pejabat adalah pelayan dan pekerja keras untuk rakyatnya. Jokowi adalah pemimpin yang selalu optimis dan memancarkan harapan masa depan yang lebih baik kepada masyarakyat kendati diterjang krisis dan musibah seperti Covid 19 dan berbagai dinamika politik. Begitu kuatnya visi untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat, Jokowi rela mengorbankan popularitasnya. “Saya bisa melakukan apa saja demi kepentingan masyarakat”, tegas Jokowi dalam sebuah kesempatan.
Memiliki optimisme dan filosofi
Dengan filosofofi kerja, kerja, kerja, Presiden Jokowi selalu menginspirasi orang yang dipimpinnya bahwa pemimpin adalah pelayan yang lebih banyak bekerja dan irit bicara. Menginspirasi bawahannya untuk bermimpi lebih besar, belajar lebih banyak, banyak bekerja dan bekerja keras, serta ingin masyarakatnya menjadi lebih baik atau lebih sukses adalah aksi inspiratif Jokowi. “If your actions inspire others to dream more, learn more, do more and become more, you are a leader” (John Quincy Adams).
Saat lawan politik pesimis bahwa negara akan bangkrut dan sudah di tepi jurang, Presiden Jokowi berhasil mengelola gelombang krisis dan badai ketidakpastian (Covid 19) menjadi peluang sukses karena ia memiliki jiwa optimistik. Kemampuan menghasilkan berbagai prestasi fenomenal entah berupa hasil pembangunan, ide, atau strategi menempatkan Jokowi sebagai salah tokoh yang dikagumi dunia dan pemimpin yang sangat optimis dan visioner. Ia patut dicatat dalam sejarah sebagai sosok legendaris dan dikenang sepanjang masa oleh rakyat Indonesia.
Sebagai suatu target yang harus dicapai, visi dan program pemerintahan Jokowi tidak pernah bebas dari tantangan dan kesulitan bahkan isu, gosip, provokasi, freming, labelisasi. Tapi Jokowi tetap optimis dan memaknai bahwa visi adalah sebuah petualangan bagi kepemimpinan seorang pemimpin. Karena dalam pengimplementasiannya tantangan dan kesulitan, pro dan kontra, suka dan tidak suka selalu ada. Konsistensi dan optimisme tetap dinyalakannya dalam setiap dinamika.
Tantangan dan kesulitan, provokkasi, labelisasi dan gosip justeru menggairahkan dan dijadikannya peluang, karena Jokowi memiliki jiwa optimistis dan menyadari bahwa hal itu sebagai bagian dari dinamika politik dan demokrasi. Melihat lebih jauh dan lebih dekat (blusukan) selain melihat dari sudut pandang yang berbeda (mendengarkan masukan bahkan kritikan) adalah ciri khas kepemimpinan Jokowi. Dengan demikian Jokowi mampu menemukan seberkas cahaya dalam setiap dinamika dan jalan penyelesaian di tengah awan gelap tantangan dan kesulitan.
Pemimpin yang memiliki visi selalu ada peluang, ada harapan dan ada solusi di tengah ketidakpastian dan kesulitan. Di tengah krisis dan tantangan baik secara horizontal maupun vertikal, Jokowi selalu memiliki harapan dan selalu berpeluang keluar sebagai pemenang bersama rakyat.
Demo berjilid-jilid, pembohongan publik (hoax), freming dan labelisasi bahkan caci-maki terutama menjelang, saat dan paskah hajatan demokrasi membombardir Jokowi. Tapi Jokowi tetap tenang dan memaafkan. Karena itu dia keluar sebagai pemenang bersama rakyat. Negara bangkrut dan negeri di tepi jurang tak akan pernah ada pada pemimpin yang selalu beriman, menaruh harapan dan melihat peluang pada setiap dinamika politik, tantangan dan kesulitan.
Bagi segelintir orang, memindahkan Ibu Kota Negara (IKN) dari Jakarta ke Kalimantan Timur bukan momen yang tepat dan mustahil dilakukan karena banyak tantangan dan kesulitan. Mereka mungkin tidak bisa melihat dan menemukan momentum emas dan seberkas cahaya di tengah pandemi Covid 19 dan tantangan lainnya. Hanya orang yang optimis, memiliki visi dan strategi mampu melihat kesempatan dalam setiap tantangan dan kesulitan. “An optimist sees the opportunity in every difficulty but a pessimist sees the difficulty in every opportunity”.
Namun demikian, Presiden Jokowi tidak pernah lengah dan bereforia di tengah kesuksesan yang diraihnya. Ia tahu bahwa krisis dan tantangan, tolak dan demo, provokasi bahkan makian atas kebijakan dan keputusan selalu saja ada. Karena itu, Jokowi tetap fokus, konsisten dan komit dengan visi-misinya serta senantiasa tanggap dan segera bertindak atas hal-hal yang sifatnya darurat. Ia tak pernah lelah turun ke daerah-daerah, melihat, mencari, menggali dan diskusi untuk menemukan solusi bersama rakyat dan pembantunya di antara puing-puing dan awan gelap tantangan dan persoalan yang selalu datang silih berganti terutama ketika bencana melanda masyarakatnya. Ia yakin bahwa di tahun 2045 negara ini mampu keluar sebagai pemenang atas kemiskinan, ketidakadilan dan keterbelakangan dan boleh meraih kesejahteraan jika pemerintah selalu konsisten dan berkelanjutan melaksanakan program-program untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat yang sudah dicanangkan pemerintahan sebelumnya.
Memiliki kebijaksanaan dan strategi implementasi
Walaupun mengisyaratkan kualifikasi personal yang unggul, seperti rendah hati, sederhana, hidup damai, tidak dendam, pemaaf, anti korupsi/bersih, Jokowi tidak identik dengan Jagoan Rambo. Artinya hanya berani tanpa mempunyai kebijaksanaan dan strategi. “Dengan strategi yang tepat di tangan, anda menjadi lebih percaya diri”, demikian pepatah klasik.
Kebijaksanaan dan strategi sangat menentukan kualitas dan keberhasilan “leadership” Jokowi dalam menunjukkan arah dan berjalan bersama rakyat ke tempat yang menjanjikan, yang lebih baik dari sebelumnya. Jokowi dan Kabinet Indonesia Maju pemerintahannya tidak pernah kehilangan siasat, skema, grand formula atau cara yang di dalamnya berisi taktis, strategi, skala prioritas dan operasional. Di bawah kepemimpinannya, Jokowi selalu memiliki kebijaksanaan dan strategi sebagai jalan untuk mencapai tujuan ketika mengahadapi tantangan dan kesulitan.
Begitu banyak waduk dibangun adalah strategi agar masyarakat berkecukupan air dan bisa mengairi sawah. Beras akan cukup untuk kebutuhan rakyat dan bisa menekan bahkan meniadakan impor dari luar. Jalan tol dan transportasi dibangun di berbagai pulau di Indonesia. Trans Papua, Trans Sulawesi, Trans Kalimantan, Trans Sumatra, Trans Jawa agar mobilitas masyarakat dan distribusi barang makin capat, mudah dan murah. Destinasi wisata dibuka, sarana prasarana dan fasilitas disiapkan adalah strategi agar wisatawan manca negara dan domestik makin meningkat demikian juga ekonomi dan kesejahteraan masyarakat sekitarnya. Jokowi tak pernah kehilangan strategi untuk merealisasi visi.
Strategi Jokowi ibarat sebuah kendaraan yang tepat dan mampu menghantar masyarakat ke tempat tujuan yakni pemerataan, kadilan dan kesejahteraan. Strategi menjadi jembatan penghubung dan menjadikan visinya terealisir. Strategi merupakan sarana untuk membantu melihat dan menangkap setiap kesempatan dan peristiwa agar tidak kehilangan momentum emasnya.
Saya yakin masyarakat Indonesia bangga dengan Presiden Jokowi yang memiliki komitmen dan konsisten dalam membangun bangsa dan negara selain memiliki kualitas kepribadian mumpuni seperti rendah hati, bersih, jiwa besar, optimis, kerja keras, berani, melayani, anti korupsi dan memiliki etos kerja yang tinggi serta semangat yang kuat untuk terus bekerja, bekerja dan bekerja bagi rakyatnya. Komitmen dan keberanian untuk bertindak cepat dan tepat terutama dalam kondisi dan situasi darurat seperti bencana yang dialami masyarakat adalah hal yang niscaya baginya. Ketika masyarakatnya mengalami bencana, Jokowi ada di sana, rapat terbatas di bawah tenda pengungsian, tidur di lokasi bencana dan turut menangis bersama mereka.
Jokowi mampu memanfaatkan setiap momentum untuk kepentingan rakyat, tahu kapan harus bertindak dan kapan harus berhenti. Ia mampu melihat secercah cahaya di tengah kegelapan dan mampu melihat peluang di tengah kesulitan masyarakat yang dipimpinnya. Dengan visi yang jelas, strategi dan kebijaksanaan yang tepat dalam setiap derap langkah pembangunan nasional, leadership Jokowi tidak hanya meninggalkan legesi. Tetapi dia juga keluar sebagai pemenang dan dikenang dalam hati setiap anak bangsa Indonesia. Terima kasih Presidenku, Jokowi!!
Pewarta: Yohanis Don Bosco.
Editor: Santoso.







