
Teropongindonesianews.com
Terbentuknya Forum Anak sebagai wadah partisipasi anak tentu bertujuan untuk mencerdaskan anak bangsa, serta mempersiapkan anak secara mental dan psikis menghadapi dunia kerja nantinya.
Perayaan HUT RI yang ke 79, tanggal 17 Agustus 2024 tingkat Kecamatan Nangaroro tepatnya di lapangan Kepabiu, dihadiri oleh para Kepala Desa, Tokoh adat, Tokoh masyarakat, Tokoh agama, para pelajar, ASN, TNI dan POLRI, serta undangan lain dari berbagai kalangan turut berpartisipasi dalam upacara kenegaraan tersebut yang dilaksanakan dengan sangat meriah.
Suguhan acara yang bersifat menghibur masyarakat dan undangan dipentaskan, mulai dari tarian kolosal, monolog, dan di akhiri dengan penyampaian hasil pertemuan offline salah satu anggota Dewan Penasehat Anak, Cisilya Andini Winarti. Andini, demikian biasa di sapa, mengungkapkan bahwa kegiatannya pada bulan Juli lalu di Jakarta adalah menyampaikan berbagai permasalahan anak yang terjadi di kalangan masyarakat.
Dia mengatakan bahwa yang masih menjadi isu viral yang terjadi pada hampir seluruh wilayah di indonesia adalah masih maraknya perkawinan usia anak, drop out, dan bullying.
Harapannya Pemda, Pemdes, stake holders, institusi pendidikan, serta pemerhati anak serta NGO bergandeng tangan menuntaskan dan memerangi ketiga masalah ini. Andini yang menjabat sebagai Ketua Forum Anak Desa Woewutu (FORATU), merupakan salah satu anggota forum anak yang sangat berprestasi dibidang akademik maupun non akademik. Dia begitu aktif berbagi kegiatan yang telah di dapatnya kepada teman – temannya.
Dia menambahkan bahwa pertemuannya bersama 45 temannya dari 28 kabupaten/ kota untuk menyampaikan permasalahan anak di Kemen PPPA. Di hadapan Asisten Deputi Pemenuhan Hak Sipil, Informasi dan Partisipasi Anak, Endah Sri Rejeki, anak – anak tersebut yang berasal dari Dewan Penasehat Anak, Forum Anak Desa (Forades), serta kelompok peneliti anak, menyampaikan isu – isu tersebut dan mendapat respon yang cukup baik. Pengalaman yang dibagikan oleh anak- anak ini kepada pemerintah, hendaknya menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan yang berpihak pada anak, serta mendapatkan metode advokasi yang lebih baik.
Sementara itu, Camat Nangaroro, Agustinus Egho Wea, S.Sos yang dimintai tanggapannya atas pernyataan Andini tersebut mengatakan bahwa keberadaan Forum Anak ini sangat luar biasa, apalagi salah satu anak mewakili kabupaten Nagekeo, bisa menjadi pengurus DPA.
”Saya sangat berbangga, kehadiran Forum Anak ini sangat luar biasa. Ini merupakan wadah partsipasi mereka untuk lebih ekspresif.
Dalam Forum Anak ini mereka dapat belajar dan mengasah kemampuan mereka untuk menjadi lebih baik dan berprestasi. Apalagi ada Andini yang lolos menjadi pengurus Dewan Penasehat Anak mewakili anak Nagekeo tentu merupakan hal yang istimewa” Ujarnya lagi.
Saat di mintai tanggapanya apakah ada alokasi dana untuk kegiatan Forum Anak ini, dia menegaskan bahwa dirinya telah berkomunikasi dan berkordinasi dengan dinas PMD, para kepala desa tentang alokasi anggaran untuk keberlanjutan kegiatan Forum anak ini. Selama ini, ada sedikit alokasi untuk insentif, tetapi sebenarnya ada salah paham, ternyata untuk pemberdayaan dan pelatihan bisa di anggarkan lebih besar.
Sehingga kedepannya alokasi anggaran khusus untuk Forum anak ini akan di back up secara baik agar tepat sasaran dan berlanjut demi anak bangsa kita.
”Saya melihat bahwa telah banyak desa yang memiliki forum anak, serta sangat berdampak bagi anak – anak kita, maka kedepan pengalokasian anggaran untuk kegiatan forum anak akan di back up secara baik agar kegiatan ini terus berlanjut.” tuturnya singkat.
Gusty pada kesempatan tersebut juga mengapresiasi kehadiran NGO yang telah banyak membawa perubahan yang signifikan terhadap beberapa desa di wilayah Nangaroro.
Harapannya hubungan kemitraan ini akan terus berlanjut agar masyarakat semakin berkembang, serta sumber daya manusia menjadi lebih baik lagi.
Pewarta: YULI GAGARI.
Editor: Santoso.







