
Teropongindonesianews.com
Pesawaran Lampung – Warga Perumahan Pesawaran Residence Cluster 2 Bedaru RT 05 RW 05, Dusun Kejadian Desa Kurungan Nyawa, kecamatan Gedong Tataan, kabupaten Pesawaran, menggelar Pengajian Akbar Bedaru Bersholawat dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1446 Hijriah tahun 2024 Masehi, didepan Musholla At-Taqwa Pesawaran Residence yang dimulai sejak ba’da Shalat Isya berjamaah pada Sabtu malam, (28/09/2024).
Kegiatan pengajian yang menghadirkan pencerah asal kabupaten Lampung Tengah Gus M. Faruq Maftukhi, juga diisi dengan pembacaan Kalam Ilahi oleh Qori Ustadz Ahmad Salman Fahrudin dan persembahan Sholawatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW oleh majelis Ta‘lim ibuk-ibuk warga Cluster 2 Bedaru RT 05/05 Dusun Kejadian dengan diiringi Hadrah para santri Pondok Pesantren (Ponpes) Bani Hasan Pesawaran Residence tersebut.
Dihadiri langsung oleh Kepala Desa (Kades) Kurungan Nyawa Yuwansyah, dengan didampingi Pengurusan Ranting Nahdatul Ulama (PRNU) Desa Kurungan Nyawa Agus Muthalib dan Ketua Rukun Tetangga (RT) 05 Dusun Kejadian Julianto, Ketua panitia Damsir Al-Buchori, Ketua pengurus Musholla At-Taqwa Ustadz Habibi, Pimpinan Ponpes Bani Hasan Pesawaran Residence, para tokoh Agama, tokoh Masyarakat, Pemuda dan warga sekitar serta tamu undangan Majelis Ta’lim lainya.
Ketua Penyelenggara Damsir Al-Buchori, dalam laporannya mewakili para panitia mengucapkan, selamat datang kepada para Jama‘ah yang telah menghadiri Majelis Ta’lim pengajian Akbar Bedaru Bersholawat.
“Terima kasih kepada semua pihak dan para donatur yang telah membantu hingga terlaksananya pengajian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, yang tentunya tidak terlepas atas berkat kerja sama kita,” katanya.
Masih Ketua panitia menyampaikan, “Dilaksanakannya pengajian ini adalah sebagai suatu momentum silaturahmi bagi kita dalam meningkatkan kebersamaan, kerukunan, persatuan dan kesatuan antar sesama khususnya bagi warga cluster 2 Bedaru RT 05 RW 05 Dusun Kejadian, umumnya warga masyarakat Desa Kurungan Nyawa, kecamatan Gedong Tataan, kabupaten Pesawaran,” ucapnya.
Senada juga disampaikan Kepala Desa (Kades) Kurungan Nyawa Yuwansyah, dimana ia mengucapkan selamat datang baik kepada pencerah Gus M. Faruq Maftukhi selaku pencerah dan Qori Ustadz Ahmad Salman Fahrudin, serta para tokoh alim ulama dan tamu undangan yang hadir.
Lebih lanjut, ia juga sangat mengapresiasi atas kekompakan dan persatuan dari warga cluster 2 Bedaru RT 05 RW 05 Dusun Kejadian, yang telah sukses menggelar acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, meski dengan kesederhanaan namun begitu meriah.
“Alhamdulillah acara malam ini kembali terselenggara dengan sangat meriah dan hikmat. Bahkan tidak hanya di tahun ini, tetapi dari tahun-tahun kemarin. Yang berarti ini menandakan kekompakan ditengah warga Bedaru semakin bertambah erat,” ujarnya.
Didalam kesempatan itu juga, selaku Kades Kurungan Nyawa, Yuwansyah kembali mengingatkan dan mengajak kepada semua para jama’ah, umunya warga masyarakat Desa Kurungan Nyawa, khususnya warga Bedaru agar selalu dan dapat lebih kompak, lebih rukun lagi.

“Tentunya dengan harapan, kedepan, baik pada acara keagamaan semacam ini maupun acara-acara dan kegiatan yang lainnya, juga dapat kita laksanakan dengan baik dan sukses,” harap dan tandasnya.
Didalam Tausiyahnya Gus M. Faruq Maftukhi mengajak kepada semua jama’ah untuk selalu senantiasa meneladani dan mencontoh Akhlak dan perilaku Baginda Rasulullah Nabi Muhammad SAW.
Menurutnya, dengan kita menyadari diri bahwa keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT sebagai bekal utama yang harus dimiliki setiap individu untuk menjadi insan yang bermoral, beretika dan berakhlak. Untuk itu, teladan paling sempurna adalah dari segala sisi kehidupan baginda Rasulullah Saw.
“Disitulah, pentingnya untuk bertholabul Ilmi, agar kita dapat mensifati larangan-larangan Allah SWT dan semua perintah_Nya yang dibawa oleh Kanjeng Nabi Muhammad SAW,” terangnya.
Diakhir tausyiahnya, terkait isu-isu permasalahan mushaf yang tengah ramai saat ini, Gus M Faruq menegas bahwa dirinya berdiri di barisan para ulama dan kyai yang tidak membatalkan Ba’alawi.
“Jangankan kepada anak cucu dzuriyah, keturunan Rasullullah Nabi Muhammad SAW, sesama kita aja harus saling menghargai dan menghormati. Terkait benar atau tidaknya itu urusan mereka sendiri yang nantinya akan mempertanggungjawabkan dihadapan Baginda Rasulullah dan kepada Allah SWT,” tegasnya.
Oleh karenanya, imbuh Gus Faruq Maftukhi, “Mari kita ikuti dan belajar kepada para alim ulama, para kyai yang ahlussunnah Wal jamaah, yang sanad keilmuannya tersambung kepada ajaran Baginda Rasulullah,” tandasnya.
Pewarta: Nizar & Bang Ain.
Editor: Santoso.






