
Teropongindonesianews.com
Jakarta – Persaingan di pekan ke-32 BRI Liga 1 2024/2025 semakin sengit. Sabtu, 10 Mei 2025, Persija Jakarta akan menjamu Bali United dalam laga penuh tensi tinggi. Pertandingan ini bukan hanya soal klasemen, tapi juga menyangkut reputasi dua klub besar tanah air.
Kondisi Persija jelang laga ini sedang tidak ideal. Macan Kemayoran baru saja menelan dua kekalahan beruntun, masing-masing dari Semen Padang dan Borneo FC. Hasil minor itu membuat atmosfer tim jadi kurang kondusif, apalagi ditambah dengan keputusan manajemen yang memecat pelatih kepala Carlos Pena.
Kursi panas pelatih kini sementara ditempati oleh coach Ricky Nelson, sosok yang sudah punya pengalaman sebagai pelatih utama di beberapa klub Liga 1, termasuk Borneo FC.
Sementara di kubu lawan, Bali United datang dengan kepercayaan diri yang menanjak. Serdadu Tridatu baru saja mengamankan dua kemenangan penting atas PSM Makassar dan PSIS Semarang. Tren positif ini jadi bekal berharga bagi anak asuh Stefano Cugurra alias Teco.
Meski lawan sedang dalam kondisi goyah, Teco menegaskan timnya tidak boleh meremehkan Persija.
> “Persija tetap tim kuat. Mereka sekarang punya coach Ricky Nelson yang sudah cukup berpengalaman. Saya menghormati mereka dan tentu juga menghargai pelatihnya,” ungkap Teco dalam sesi wawancara pada Selasa, 6 Mei 2025.
Menariknya, Teco sendiri tengah jadi sorotan publik. Setelah mengumumkan bakal hengkang dari Bali United di akhir musim ini, ia dikaitkan dengan rumor kembali ke Persija—klub yang pernah ia bawa juara. (portal populer)
Soal isu itu, Teco memilih kalem. Ia tak mau terlalu banyak komentar, tapi juga tidak menutup fakta bahwa komunikasi memang ada, meskipun bukan secara resmi.
> “Isu soal saya ke Persija tidak ganggu fokus saya. Saya tetap profesional bersama Bali United. Tapi saya memang banyak dapat pesan dari Jakmania yang ingin saya kembali,” katanya.
Teco menegaskan, komunikasi sejauh ini lebih banyak datang dari suporter, bukan manajemen. Ia juga belum mau buka-bukaan soal masa depannya setelah musim ini berakhir. Yang jelas, ia masih ingin melanjutkan karier di Indonesia.
> “Saya senang sudah 12 tahun bekerja di Indonesia. Banyak kenangan dan hubungan baik di tiga klub. Di Persebaya, Persija, dan Bali United semuanya ada teman, ada gelar juara juga,” ujarnya.
Kini, fokus utama Teco adalah menutup musim dengan hasil maksimal. Dengan tiga laga tersisa, Bali United masih punya peluang untuk finis di posisi lima besar, sesuai target dari manajemen klub.
Tiga lawan terakhir yang harus mereka hadapi: Persija Jakarta, Madura United, dan Persebaya Surabaya. Semuanya bukan lawan mudah, dan margin kesalahan nyaris tak ada. faktualnews
> “Kami masih bisa masuk lima besar. Tapi kami harus menang semua laga. Kalau kalah satu saja, peluang itu bisa hilang,” kata Teco dengan tegas.
Secara klasemen, Bali United saat ini mengumpulkan 47 poin—angka yang sama dengan Persija. Mereka hanya terpaut dua poin dari Borneo FC yang ada di peringkat kelima. Dengan selisih sekecil ini, satu kemenangan bisa mengubah peta persaingan.
> “Kami harus mulai dengan menang lawan Persija. Setelah itu, baru pikirkan laga-laga berikutnya,” pungkas Teco, di kutip dari Portal Indonesia.
Jadi, laga di Jakarta akhir pekan ini tak sekadar pertandingan biasa. Ini laga hidup-mati bagi ambisi lima besar. Ini juga ajang pembuktian pelatih. Dan bisa jadi, ini awal dari kisah baru—entah untuk Teco, Persija, atau Bali United. FENDIK







