
Teropongindonesianews.com
Jember – Maraknya warung- warung yang berdiri di area lahan Perhutani dusun kaliputih. Membuat pemerintah setempat beserta pihak terkait putar otak untuk mencari solusinya.

Sesuai dengan program pemerintah propinsi mengenaj pelebaran jalan dan penertiban warung- warung. Pihak terkait mengadakan rakor bersama untuk memberikan peringatan ke 3 untuk warung yang ada di dusun Kaliputih. Rakor dilaksanakan tepatnya hari selasa 27/5/2025 di desa Rambipuji jl. Nasional III krajan desa Rambipuji.

Agus K salah satu petugas Perhutani menjelaskan bahwasannya warung- warung yang berdiri di atas lahan Perhutani selama ini tidak pernah ada konfirmasi dengan pihak Perhutani.
Awalnya cuma beberapa warung itupun masyarakat setempat yang menempati. Lama kelamaan tambah banyak, mirisnya lagi yang menempati bukan masyarakat Rambipuji melainkan masyarakat dari luar desa Rambipuji.entah siapa yang menyuruh dan memberikan ijin, dikarenakan dari pihak Perhutani sendiri selama ini tidak pernah ada yang ijin apalagi ada retribusi. Ungkap Agus K
Salah satu petugas Lapangan PLN Rambipuji Topa mengungkapkan,dari beberapa warung yang menempati di atas lahan Perhutani sekitar 28 warung sudah masang lampu penerangan.semuanya sudah melalui prosedur untuk pemasangannya.
Mengingat program dari propinsi untuk pelebaran jalan dan mengosongkan warung- warung tersebut. Kami dari pihak PLN nunggu instruksi dari pihak terkait untuk memutus penerangan warung- warung tersebut.Sampai hari ini masih ada 5 warung yang sudah mengundurkan diri, sisanya masih nunggu keputusan dari pihak terkait. Sebagai petugas kami akan tetap melaksanakan tugas kami sesuai dengan instruksi instansi terkait tentunya sesuai dengan prosedur yang sudah ditetapkan. Jelas Topa
S. Hadi. P selaku wakapolsek Rambipuji dalam rakor hari ini menjelaskan dalam sambutannya. Pihaknya akan tetap mengawal jalannya program dari propinsi jatim ini bersama koramil Rambipuji.
Beliau juga berpesan sekiranya dalam menjalankan tugas ini sesuai dengan prosedur jangan sampai terjadi hal- hal yang tidak kita inginkan.Kami beserta koramil bertugas mengamankan pelaksanaan program ini. Untuk selanjutnya pihak- pihak terkait yang akan melaksanakan tugasnya sesuai dengan tupoksi masing- masing. Tegas S. Hadi.P
Salah satu warga Kaliputih Bpk. Sumar yang punya warung cuma bisa pasrah dengan apa yang terjadi. Beliau juga menyadari kalo tanah ini milik Perhutani. Bpk. Sumar ikut buka warung dikarenakan tidak punya pekerjaan dan hasil dari warung tersebut untuk kebutuhan hidup sehari hari bersama keluarga.
Beliau berpesan sekiranya pihak pemerintah setempat bisa memberikan solusi untuk dirinya dan keluarga. Paling tidak masih diberi kesempatan untuk bisa berjualan meskipun bongkar pasang. Syukur-syukur bisa diberikan tempat yang permanen berjualan terutama untuk masyarakat setempat.celetuk Bpk. Sumar
Bpk. Camat Rambipuji Djoni Nurtjahjono SH yang tidak bisa hadir dalam acara Rakor dikarenakan ada acara di desa Nogosari sempat memberikan keterangan pada pihak media via telepon. Bahwasannya beliau tidak bisa menjelaskan secara detail dikarenakan program ini merupakan program dari propinsi jatim.
Selaku camat kami akan tetap melaksanakan tugas sesuai instruksi dan tetap berkoordinasi bersama pihak terkait diantaranya Kapolsek, Koramil, PLN, Perhutani, PUBM Jatim dan satpol PP. Itupun sesuai dengan tupoksi kami sebagai pemerintah daerah kecamatan Rambipuji. Selebihnya kami tetep akan ikuti instruksi dari pemerintah kabupaten jember terutama Bakorwil jatim.
Kami tetep berharap ada jalan terbaik dan ada solusi dalam permasalahan ini. Tentunya untuk program ini juga untuk masyarakat Rambipuji.YUL






