
Teropongindonesianews.com
Bondowoso – Kabupaten Bondowoso belakangan ini sempat dihebohkan dengan pemberitaan Salah satu lembaga pendidikan nonformal, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Kabupaten Bondowoso yang dituding telah melakukan pencatutan data siswa. PKBM tersebut beralamat di Desa Kemirian Kecamatan Tamanan.
Hal itu diutarakan oleh Titik, orang tua siswa bernama Feyoke Letcihia Inggra Ashari kepada awak media.
Titik memaparkan pada wartawan bahwa dirinya bersama keluarga sudah pindah ke Surabaya pasca putrinya lulus di SMPN 2 Tamanan. Namun, Titik merasa terkejut ketika mendaftarkan anak di SMK Penerbangan Surabaya. Nama anak tercatat sebagai pendaftar di PKBM Handayani.
Menindaklanjuti dari berita tersebut diatas, Biro Bondowoso Media Teropong Indonesia News hari ini, Selasa, 02 September 2025 mendatangi kantor PKBM Handayani yang berada di Desa Kemirian Kecamatan Tamanan Kabupaten Bondowoso. Dan ditemui oleh Taufiq.
Dalam keterangannya, Putra dari Penanggung Jawab PKBM Handayani itu menjelaskan bahwa Siswa yang bernama Feyoke Letcihia Inggra Ashari itu sudah dikeluarkan dari daftar Siswa dilembaganya.
“Sudah kami keluarkan sejak tanggal 25 Agustus kemaren”, Singkat Taufiq saat diwawancarai.
Lebih lanjut, dia menambahkan bahwasanya ada seseorang yang tidak bisa dibuka identitasnya, memanfaatkan moment tersebut.
“Ada orang yang memanfaatkan moment ini, yang tidak bisa saya ungkap namanya”, imbuhnya.
Bahkan pihaknya sudah mendatangi rumah Titik, namun tidak ada orang sama sekali.
“Sudah kami datangi rumahnya, tidak ada orang. Dan sudah kami hubungi Via telphon, namun tak ada respon”. Jelas Taufiq.
Pihaknya membenarkan adanya nama Feyoke Letcihia Inggra Ashari di Lembaganya, dijelaskan bahwa kemungkinan pihak Operator lembaganya yang salah mengupdate data siswa tersebut.
“Mungkin Operator kami yang keliru Update siswa”, sebutnya.
Saat ini, PKBM Handayani khususnya Taufiq sedang mendapat intimidasi dari seseorang berupa Voice Note yang sudah disimpan rapi untuk dijadikan barang bukti.
“Sebentar lagi, saya mau ke Bondowoso mas, mau melaporkan hal ini”. Tutupnya.
(Syayudi Kabiro Bondowoso)








