
Teropongindonesisnews.com
Bengkulu Utara – Terkait warga desa Lebong tandai yang di keretek oleh oknum yang tidak bertanggung jawab atas meninggalnya dunia di duga tulang leher patah akhir nya meregang nyawa pada hari Rabu tanggal 10 November 2025 sekitar jam 01.00 wib. warga desa Lebong tandai (Almarhum) dimakam kan pada hari Rabu, awak media belum bisa konfirmasi dengan pihak keluarga karena terbatas jarak. Dan juga karna posisi keluarga nya masih di rumah duka dalam acara kematian ini dari acara doa,Yasinan dan lagi kesibukan acara tersebut alias sangat sibuk sekali sebagaiannya beberapa malam di acara di rumah almarhum. Kata kades Supriyadi
Di konfirmasi dengan mapolsek Napal Putih IPTU.Andhika Rizkiawan Ramadhan, S,Tr,K,M,Si. pada hari Rabu tanggal 10 November 2025 lewat WhatsApp membenarkan kejadian ini tanggal 23 November 2024 tahun kemarin di desa Lebong tandai kecamatan napal putih Bengkulu Utara. Untuk Kronologi laporan nya itu Pihak korban melaporkan ke Polsek 27 mei 2025. Pada saat itu juga di mapolsek Napal Putih tidak ada letak temu perdamaian atau mediasi. Kronologi kejadian nya pada saat itu tgl 23 November 2024 pada pukul 19.30 wib. terlapor mengajak mencari ikan selanjutnya korban menolak karena lehernya sakit, lalu dari keterangan mintak izin pada waktu mau di keretek lehernya pada waktu kejadian, kata tukang urut abal-abal dengan hasil pemeriksaan di mapolsek Napal Putih, lalu beliau yang di keretek pingsan tak sadarkan diri.
Setelah itu menurut keterangan setelah tiga hari setelah kejadian itu lehernya sakit dan sesak napas lalu di Bawak ke rumah sakit umum M.Yunus Bengkulu di rawat 7 hari, lalu lagi sudah membaik dan lagi lalu di persilahkan oleh pihak rumah sakit umum Bengkulu untuk pulang. Dari pulang nya dari rumah sakit umum Bengkulu lalu beliau (almarhum) sampai didesa almarhum menginap rawat di rumah adik nya di desa air tenang. Kata Polsek
Setelah dua bulan tingal pulang ke desa Lebong tandai korban kembali lagi ke air tenang, untuk menginap ke rumah nya untuk berobat tradisional, masih ada keluhan nya di bagian leher almarhum. Tambah Polsek
“Pada saat ini pihak media belum bisa mendapatkan informasi dari pihak keluarga korban, karena terkendala oleh jarak dan no WhatsApp nya tidak aktif. Pungkas jurnalis
Tarmizi








