Oplus_131072
Teropongindonesianews.com
SIDOARJO, JAWA TIMUR – Suasana duka menyelimuti Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Desa Buduran, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo. Bangunan utama masjid di kompleks pesantren tersebut roboh pada hari Senin (29/09/2025) sekitar pukul 15.00 WIB, tepat ketika puluhan jamaah tengah khusyuk melaksanakan ibadah sholat Ashar.
Berdasarkan data sementara yang dihimpun tim gabungan hingga pukul 20.23 WIB, insiden tragis ini telah merenggut satu korban jiwa, sementara 81 orang lainnya mengalami luka-luka. Tim evakuasi yang terdiri dari personel Polresta Sidoarjo, BPBD, tim SAR, dan relawan masih bekerja tanpa lelah di lokasi kejadian untuk menyisir reruntuhan dan memastikan tidak ada lagi korban yang terjebak.
Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Christian Tobing, S.H., S.I.K., M.H., M.Si., yang turun langsung memimpin penanganan di lokasi, menyatakan bahwa prioritas utama saat ini adalah penyelamatan nyawa.
“Kami telah menerima laporan dan segera merespons ke Tempat Kejadian Perkara (TKP). Fokus utama kami saat ini adalah mengevakuasi seluruh korban, baik yang selamat maupun yang meninggal dunia, serta memastikan korban luka segera mendapatkan perawatan medis yang intensif,” ujar Kombes Pol Christian Tobing.

Beliau menambahkan bahwa pihaknya telah melaporkan kejadian ini secara langsung kepada Kapolda Jatim dan berkoordinasi dengan seluruh instansi terkait untuk mempercepat proses penanganan darurat. Langkah-langkah awal kepolisian mencakup pengamanan TKP, pemeriksaan saksi-saksi mata untuk mendapatkan keterangan awal, dan pendataan korban.
Mengenai penyebab pasti runtuhnya bangunan, Kapolresta Sidoarjo menegaskan bahwa penyelidikan komprehensif akan segera dilakukan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.
“Penyebabnya masih dalam penyelidikan. Kami akan membentuk tim khusus dan melibatkan ahli konstruksi untuk melakukan investigasi secara mendalam dan transparan guna mengetahui penyebab pasti robohnya bangunan masjid ini,” tegasnya.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta memberikan dukungan dan doa bagi para korban dan keluarga yang terdampak dalam musibah ini. Informasi lebih lanjut mengenai perkembangan evakuasi dan identitas korban akan terus diperbarui secara berkala
Irawan








