
Teropongindonesianews.com
GRESIK – Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, dilanda keresahan massal setelah Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite yang beredar di masyarakat diduga kuat tercampur dengan Solar. Akibat fatalnya, ratusan unit sepeda motor warga mengalami kerusakan mesin parah dan membanjiri bengkel.
Insiden ini mulai terungkap setelah banyak pengendara motor yang baru mengisi Pertalite mengeluhkan kendaraannya mendadak mogok, mesin tersendat, bahkan hingga mengeluarkan asap. Setelah dilakukan pemeriksaan di bengkel, ditemukan indikasi kuat bahwa Pertalite yang dibeli telah terkontaminasi Solar.
Meskipun sebagian BBM bermasalah tersebut dilaporkan sudah ditarik dan diamankan ke Pertamina Tanjung Wangi Banyuwangi, kerugian telah terlanjur menimpa masyarakat Bawean yang sudah menggunakannya.
Menyikapi kerugian dan keresahan masyarakat, Ketua LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) KSM Sangkapura, Junaidi, angkat bicara dengan nada keras. Atas nama masyarakat Bawean, Junaidi mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) dan pihak Pertamina untuk segera bertindak tegas.
“Kami mendesak APH dan Pertamina agar segera menangkap pelaku pengoplosan Pertalite ini. Ini adalah tindakan kriminal yang sangat merugikan masyarakat dan merusak kendaraan mereka, Jangan sampai kejadian serupa terulang, demi mengembalikan nama baik Pertamina di mata masyarakat, khususnya di Pulau Bawean.” Tegas Junaidi
Junaidi juga menyoroti masalah utama yang kini dihadapi masyarakat, yaitu mengenai siapa yang bertanggung jawab penuh atas kerugian materiil akibat kerusakan mesin sepeda motor mereka.
“Pertamina harus bertanggung jawab penuh atas kualitas BBM yang mereka distribusikan. Masyarakat Bawean berhak mendapatkan ganti rugi atas kerusakan kendaraan mereka. Kami akan mengawal kasus ini sampai tuntas dan memastikan pelaku kejahatan ini diproses hukum seberat-beratnya,” pungkasnya.
Sebagai komitmen dalam menjaga pelayanan pasca insiden, pihak Pertamina Patra Niaga telah menyampaikan kepada Junaidi bahwa mereka akan membuka Posko Layanan Keluhan Konsumen. Namun, LSM GMBI KSM Sangkapura akan tetap mendesak agar pelaku pengoplosan BBM jenis Pertalite tersebut diungkap.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat Bawean menanti langkah nyata dari Pertamina terkait klaim ganti rugi kerusakan motor, serta tindakan hukum tegas dari APH untuk mengusut tuntas rantai distribusi BBM oplosan yang meresahkan ini.
Tim/RED







