Warga Tuntut Pemerintah Segera Bertindak
SAROLANGUN, JAMBI – Di tengah kemegahan Gedung Kompleks Desa (Kopdes) Merah Putih yang berdiri kokoh hasil pembangunan Pemerintah Pusat di Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, wajah kesenjangan pembangunan justru terlihat mencolok dan menyakitkan. SD 170/VII Mentawak Ulu tetap terpuruk dalam kekurangan ruang kelas yang mendesak, kebutuhan mendasar yang seakan sengaja dilupakan.
Pembangunan Kopdes dan program Makan Bergizi Gratis memang patut dihargai. Namun bagi warga Mentawak Ulu, kemajuan itu terasa timpang dan mengabaikan hak paling asasi: masa depan anak-anak melalui pendidikan. Jumlah siswa terus bertambah setiap tahun, tetapi ruang belajar baru sama sekali tidak ada.
Akibatnya, proses belajar mengajar terhambat parah. Ruangan sempit membuat murid tak nyaman, guru kesulitan mengajar, dan kualitas pendidikan terancam merosot. Ini bukan sekadar kekurangan fasilitas — ini pengabaian terhadap hak anak-anak dan ketidakadilan yang nyata.
Hasil pemantauan Awak Media di lapangan, warga, orang tua murid, dan pihak sekolah menyatakan tak bisa lagi diam. Mereka bertanya dengan lantang:
“Mengapa gedung-gedung besar dibangun mewah, sementara tempat anak-anak kami menuntut ilmu dibiarkan sempit, sempit, dan tidak layak?”
“Kami tidak menolak Kopdes maupun program MBG. Kami menghargainya. Tapi jangan demi hal itu, kebutuhan ruang belajar anak-anak kami diabaikan begitu saja,” ujar seorang warga yang prihatin. “Anak-anak ini juga berhak mendapat tempat belajar yang luas, layak, dan nyaman.”
Warga menuntut Pemerintah Kabupaten Sarolangun maupun Pemerintah Provinsi Jambi segera menanggapi serius. Pembangunan ruang kelas baru di SD 170/VII Mentawak Ulu harus menjadi prioritas utama. Jangan biarkan ketimpangan ini terus berlanjut.
Kepala Sekolah SD 170/VII Mentawak Ulu, Supoyo, S.Pd. SD, menyampaikan harapan yang sama: “Kami mohon, baik pemerintah pusat maupun daerah, tolong perhatikan sungguh-sungguh kondisi bangunan sekolah kami ini. Anak-anak kami butuh tempat yang pantas untuk belajar.”
Pembangunan yang sejati bukan hanya soal gedung megah. Pembangunan yang sejati adalah ketika setiap anak, di mana pun mereka berada, mendapat hak yang sama untuk tumbuh dan berkembang dengan layak. DM. PIGAI

