Raje Jember Tegaskan, Generasi Muda Harus Menulis SEJARAH BANGSA SENDIRI
Teropong Indonesia News
Jember – Di tengah hiruk-pikuk perdebatan dan perpecahan yang kerap mewarnai, hari ini Rabu, 30 September 2026 sekelompok pemuda dan tokoh di Jember memilih jalan yang berbeda, berlutut, bersatu, dan berdoa untuk masa depan Indonesia.
Bersama warga, tokoh agama, dan pimpinan organisasi, RAJE Jember menggelar doa bersama untuk Negeri dan mengenang jasa para Pahlawan Revolusi, bukan sekadar mengenang masa lalu, melainkan menegaskan tekad untuk melanjutkan perjuangan mereka di masa kini.
Kegiatan ini bukan sekadar upacara kenang-kenangan, Di bawah langit Jember yang cerah, para peserta berkumpul dengan satu niat, memohon keberkahan bagi tanah air, kesatuan bangsa, dan cahaya bagi generasi penerus.
Dalam arahannya, perwakilan RAJE Jember menegaskan,
“Para pahlawan telah menorehkan tinta sejarah dengan darah dan air mata. Kini bukan saatnya kita sekadar membacanya, kita wajib melanjutkannya, Sejarah tidak selesai di masa lalu, ia ditulis setiap hari oleh kita yang hidup saat ini.” Tegasnya.
Pesan ini bukan untuk sekadar di dengar melainkan untuk dijalankan, Generasi muda diajak tidak menjadi penonton, melainkan pelaku perubahan.
– Bangun kesatuan di tengah perbedaan
– Jujur dalam perkataan dan perbuatan
– Berkarya untuk kemajuan bersama, bukan keuntungan pribadi
– Menjaga warisan kemerdekaan dengan kerja nyata.
Peserta ditekankan bahwa kemerdekaan bukan hadiah yang selesai diterima, melainkan sebuah amanah yang harus dijaga setiap generasi. Jika para pendahulu berani mengorbankan nyawa, maka kita hari ini setidaknya berani mengorbankan ego, kepentingan pribadi, dan perpecahan demi kebaikan bersama.
“Jangan biarkan pahlawan kita menangis melihat anak cucunya terpecah. Mari kita tulis sejarah baru: sejarah persatuan, sejarah kemajuan, sejarah keadilan yang dirasakan rakyat.” Ujarnya.
Kegiatan diakhiri dengan harapan yang bulat, RAJE Jember dan seluruh elemen masyarakat berkomitmen menjadi bagian dari solusi. Bukan menunggu diperbaiki, melainkan memperbaiki diri sendiri. Bukan menunggu pemimpin sempurna, melainkan menjadi teladan yang baik.
Inilah wajah bangsa yang sesungguhnya, bukan pada keributan, melainkan pada kebersamaan berdoa dan bertekad membangun negeri.
Negeri ini milik kita. Sejarah ini ditulis oleh kita. Dan masa depan ditentukan sekarang.
“Kepada pahlawan yang telah pergi, kami berjanji menjaga warisanmu. Kepada generasi muda, tugas menulis sejarah baru ada di tanganmu.”
ALI – KABIRO

