Teropongindonesianews.com
Lampung Tengah – Warga Dusun/RW 004, Kampung Gunung Agung, Kecamatan Terusan Nunyai, Kabupaten Lampung Tengah, kembali mendesak PT Permata Andalan Sawit (PAS) untuk segera memberikan solusi atas tuntutan mereka terkait pembangunan pabrik pengelolaan inti buah kelapa sawit. Hal ini menyusul hasil mediasi yang telah disepakati bersama sebelumnya.
Aliansi masyarakat warga Dusun/RW 004 telah mengirimkan surat kepada pimpinan PT PAS yang berisi tuntutan mereka yang terdampak langsung oleh proyek tersebut.
“Kami berharap pimpinan PT PAS dapat memberikan keputusan terkait dengan tuntutan kami,” ujar Giyadi, perwakilan aliansi tokoh masyarakat, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp.
Surat tuntutan ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan mediasi yang terjalin antara warga dan perwakilan PT PAS pada 11 Januari 2025. Mediasi tersebut juga dihadiri oleh Forkopincam Terusan Nunyai, termasuk Danramil 0411-11/TB/LT, Kapolsek, Camat Terusan Nunyai, dan Kepala Kampung Gunung Agung.
Warga memberikan waktu 7 hari kepada PT PAS untuk memberikan solusi atas tuntutan mereka. Jika hingga tanggal 18 Januari 2025 tidak ada respon positif, warga akan kembali menghentikan segala bentuk kegiatan terkait proses pembangunan perusahaan.
“Kami sangat menghormati Forkopincam Terusan Nunyai yang telah meluangkan waktu untuk meninjau lokasi dan mendengarkan keluh kesah kami,” kata Giyadi.
Berikut poin-poin utama tuntutan warga Dusun/RW 004 yang menjadi ring satu terdampak:
1. Surat Jaminan Pekerjaan: Warga menuntut surat jaminan atas lapangan pekerjaan yang telah dijanjikan oleh perusahaan saat studi banding Amdal.
2. Prioritas Pekerjaan: Warga menuntut perusahaan untuk memprioritaskan warga terdampak dalam perekrutan pekerja, mulai dari tahap pembangunan hingga proses produksi.
3. Akses Jalan: Warga meminta kejelasan terkait akses jalan kampung yang dilewati oleh perusahaan.
4. Pergantian Kerugian: Warga menuntut pertanggungjawaban PT PAS atas kerusakan hunian mereka yang diakibatkan oleh pembuatan akses jalan menuju pabrik dan lain sebagainya.
“Surat tuntutan kami juga telah ditembuskan kepada pihak Forkopincam Terusan Nunyai,” jelas Giyadi.
Giyadi berharap, demi terjalinnya sinergitas dan kerja sama yang baik, PT PAS dapat memenuhi tuntutan warga. “Kami berharap apa yang menjadi tuntutan kami dapat segera direspon dan dikabulkan oleh pihak pimpinan PT PAS agar semuanya dapat berjalan dengan lancar. Kami pun dapat hidup dengan tenang, aman dan dapat merasakan dampak positif dari berdirinya perusahaan tersebut,” harapnya.
Giyadi menegaskan, “Kami harapkan pihak PT PAS tidak memberikan obat kepada orang yang salah. Di sini yang terdampak langsung adalah kami warga Dusun 004, yang sudah seharusnya menjadi prioritas perhatian utama oleh pimpinan.” Tandasnya
Nizar

