
Teropongindonesianews.com
Gresik, Jawa Timur – LSM GMBI KSM Sangkapura Kabupaten Gresik menerima gelombang protes dari masyarakat Pulau Bawean terkait kelangkaan dan lonjakan harga bahan pokok yang tak wajar, khususnya menjelang perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Harga-harga tersebut jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), menimpa beban berat bagi warga.
Junaidi, Ketua LSM GMBI KSM Sangkapura, mengungkapkan keprihatinan atas kondisi ini. Salah satu contoh paling mencolok adalah harga daging ayam yang melambung hingga Rp 80.000 per kilogram. Harga selangit ini sangat memberatkan masyarakat, terutama di saat mereka membutuhkan bahan pokok untuk berbagai keperluan peringatan Maulid Nabi.
“Kelangkaan dan harga bahan pokok yang melambung tinggi ini menjadi beban masyarakat Bawean. Situasi ini diperparah dengan momen Maulid Nabi yang meningkatkan kebutuhan akan bahan pangan,” ujar Junaidi.
Junaidi menambahkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak Kecamatan dan Camat setempat. Pihak kecamatan berjanji akan segera menindaklanjuti keluhan masyarakat. Namun, LSM GMBI mendesak pemerintah daerah untuk mengambil langkah tegas dan cepat dalam mengatasi permasalahan ini.
“Kami dari LSM GMBI KSM Sangkapura meminta instansi terkait untuk segera bertindak. Jangan sampai masyarakat Bawean terus menderita akibat kelangkaan dan harga bahan pokok yang tidak wajar, terlebih di momentum sakral seperti Maulid Nabi ini,” tegas Junaidi.
LSM GMBI mendesak pemerintah untuk melakukan pengawasan ketat terhadap distribusi dan penetapan harga bahan pokok di Pulau Bawean guna memastikan ketersediaan dan harga yang terjangkau bagi seluruh masyarakat.
Red








