Teropongindonesianews
BANYUWANGI – Kelalaian dan nekatnya seorang pengemudi kendaraan berat kembali memakan korban jiwa di jalur vital Jawa Timur. Pada Sabtu pagi (31/10/2026), sekitar pukul 07.30 WIB, sebuah insiden maut terjadi di Jalan Raya Situbondo-Banyuwangi, tepatnya di depan rumah warga di Dusun Possumur, Desa Bengkak, Kecamatan Wongsorejo. Seorang pemuda bernama Bagus Febri Susilo (30) harus menutup usia setelah sepeda motor Honda Scoopy yang dikendarainya dihantam oleh sebuah truk box yang sedang melakukan manuver mendahului secara membabi buta.
Berdasarkan laporan Polsek Wongsorejo yang dipimpin AKP Eko Darmawan SH, Melalui Aipda Rahmat korban yang bekerja sebagai karyawan swasta ini awalnya melaju dari arah utara ke selatan dengan kecepatan wajar. Namun, malapetaka datang tiba-tiba ketika sebuah truk box tanpa identitas jelas melaju dari arah berlawanan (selatan-utara) dan memaksa mendahului kendaraan lain di depannya. Karena jarak yang sudah terlalu dekat dan minimnya ruang gerak, tabrakan tidak dapat dihindari.
Tabrak Lari dan Kematian di Perjalanan
Yang membuat kasus ini semakin memilukan adalah sikap pengecut pengemudi truk box tersebut. Setelah menghantam motor Bagus, pelaku tidak berhenti untuk memberikan pertolongan, melainkan langsung tancap gas meninggalkan lokasi kejadian (hit and run).
Bagus Febri Susilo yang mengalami luka lecet parah di perut kiri bawah/pinggang, serta memar di dada dan punggung kanan, segera dievakuasi oleh warga dan petugas menuju Puskesmas Wongsorejo. Namun, nasib buruk menimpanya. Dalam perjalanan menuju fasilitas kesehatan, kondisi korban kian memburuk dan ia dinyatakan meninggal dunia sebelum sempat menerima penanganan medis lebih lanjut.
Saksi Mata: “Terlalu Nekat Mendahului!”
Tiga saksi mata, yakni Nurhayati (48), Masuri (48), dan Sahariyah (48), semua warga setempat, memberikan keterangan yang senada. Mereka menyaksikan bagaimana truk box tersebut memaksakan diri untuk mendahului di jalur lurus dengan kondisi cuaca cerah dan penerangan matahari yang baik. Faktor utama kecelakaan ini murni disebabkan oleh kelalaian manusia (human error) dari pihak pengemudi truk yang kurang hati-hati dan mengabaikan keselamatan pengguna jalan lain.
Polisi Buru Pelaku Tabrak Lari
Hingga saat ini, identitas pengemudi truk box masih menjadi misteri. Polisi telah melakukan olah TKP, mencatat saksi, dan melaporkan kejadian ini ke Unit Laka Lantas Polresta Banyuwangi. Kerugian material diperkirakan mencapai Rp500.000, namun nyawa yang hilang tidak ternilai harganya.
Keluarga besar almarhum Bagus Febri Susilo kini tengah berduka. Masyarakat Wongsorejo menuntut agar polisi segera melacak dan menangkap pengemudi truk box tersebut. Tindakan tabrak lari adalah kejahatan ganda: merenggut nyawa dan lari dari tanggung jawab moral maupun hukum.
“Jangan biarkan pembunuh di jalanan ini lolos. Kami minta aparat mengejar sampai ke ujung bumi jika perlu,” desak salah satu warga yang hadir di TKP.
Jalan raya bukan arena balap atau tempat uji nyali. Kepatuhan terhadap aturan lalu lintas adalah kunci keselamatan bersama. Semoga arwah almarhum Bagus Febri Susilo tenang di alam baka, dan keadilan segera ditegakkan bagi keluarganya.
Jurnalis : Kurniadi

