
Teropongindonesianews.com
Bondowoso – Di Setiap Desa di Indonesia pada umumnya ada warga Desa yang kehidupannya merawat Hewan Peliharaan milik orang lain dan sistem pembagiannya di sepakati bersama yaitu apabila dalam tahun pertama beranak 1 maka akan di ambil oleh sang pemilik, selanjutnya untuk yang kedua kalinya akan di ambil oleh yang merawat hewan peliharaan tersebut, kemudian untuk yang ketiga kalinya tergantung musyawarah lagi antara pemilik awal dan yang merawatnya.

Akan tetapi saat ini ada kejadian sangat lain dari pada yang lain, Di Desa Nogosari Kecamatan Sukosari, Sukarman, 47 tahun Warga Nogosari juga mengalami perlakuan yang sangat tidak layak dari seseorang yang merasa dirinya benar.
Di ceritakan pada Tim Media Teropongindonesianews.com bahwa dirinya menerima mandat dari seseorang untuk merawat Seekor Sapi sekitar Empat tahun lalu, kemudian seperti biasa setiap harinya Dia memberi makan dengan menyabit rumput agar sapi yang di rawatnya bisa kenyang dan sehat, berjalan satu tahun kemudian sapinya mengandung dan melahirkan Anak atau dalam istilah hewan di namakan Pedet, nah sesuai kesepakatan maka satu anak tersebut di ambil oleh sang pemilik, selanjutnya Sukarman merawat lagi sampai menjelang dua tahun kemudian beranak lagi dan di ambil olehnya.

Di lanjutkan lagi perawatan sapi tersebut dan akhirnya beranak lagi karena menurutnya bahwa hal ini benar – benar di beri olehNYA, Akan tetapi terjadilah hal yang sangat aneh dan bahkan tidak pernah terjadi pada manusia lain katanya, di jelaskan pada Tim Awak Media TIN bahwa pada hari Rabu, 22 Juni 2022 sekitar jam 10.00 WIB Kandang sapinya di “Bobol” Oleh seseorang, hal ini di ketahui dari tetangganya yang bernama Pak Sucik.
Sukarman bingung dan mencari sapinya, sampai pada hari Minggu, 26 Juni 2022 dirinya telah menemukan sapi tersebut yang ternyata berada di rumah pemilik awal, yaitu Bu Tm warga Desa Sbr gading, kemudian dia langsung menanyakan tentang maksud dari pengambilan sapi tanpa sepengetahuannya, di peroleh jawaban yang sangat peda dan sangat tidak umum, memang tidak akan memberi apapun pada Sukarman, otomatis dirinya ( Sukarman – Red ) sangat kaget, padahal selama 14 Bulan setelah mendapatkan anak sapi kedua ini dirinya tetap merawat dengan baik, malam juga di jaga, namun ternyata balasannya sangatlah lain, Dirinya sama sekali tidak di hargai.
Dari kekecewaan tersebut akhirnya Sukarman melaporkan kejadian ini ke pihak Aparat Penegak Hukum, dalam hal ini Polres Bondowoso, pada Hari Senin tanggal 27 Juni 2022.

Harapannya adalah agar Permasalahannta bisa terataai oleh pihak Kepolisian Resort Bondowoso bisa selesai sesuai dengan Prosesur hukum yang berlaku. Sugiarto







