
Teropongindonesianews.com
Minggu, 3 September 2022 bertepatan dengan HUT ke-43 SMA Negeri 1 Maumere lakukan Doa bersama untuk merayakannya. Doa dilakukan di beberapa tempat karena pendidik dan peserta didik menganut agama yang berbeda. Hal ini diutarakan oleh ketua panitia Petrus Y. Sorowea, S.Fil ketika dihubungi Media TIN.
“Kalau pendidik, tenaga pendidikan serta peserta didik yang beragama Katholik dilakukan Perayaan Ekaristi, di aula SMA Negeri 1 Maumere, yang dipimpin oleh Pater Agus Senda, sementara pendidik dan peserta didik beragama Protestan dilakukan Ibadah syukur di ruang kelas dan dipimpin oleh Pdt Dhayana D.D. Babys-Funu, S.Si, dan pendidik dan Pesdik yang beragama Islam dilakukan di Mesjid Al- Anshori KM 2, dipimpin oleh Ustad Abdullah Numba, S.Hi.

Usai dilakukan doa, semua berkumpul di Aula untuk melanjutkan acara syukuran dengan rangkaian acara seperti penyerahan penghargaan bagi pendidik dan tenaga pendidik yang pensiun, serta acara hiburan” ujar Pet.
Kegiatan doa bersama yang dilakukan di tiga tempat terpisah adalah bukti bahwa SMA Negeri 1 Maumere adalah sekolah yang sangat menjunjung tinggi perbedaan.
Guru Agama Kristen Yuningsih Mulyatno berujar bahwa setiap tahun selalu dilakukan doa bersama dan mengundang Pendeta jika kami yang beragama Protestan, “Kami merasa dihargai disini, kebersamaan yang diutamakan walau kami berbeda agama” ujar Ningsih.
Sementara itu Hamid Jaba, Guru Agama Islam mengatakan bahwa kegiatan doa bersama namun di tempat ibadah yang berbeda sesuai agama pendidik dan anak didik adalah bukti nyata akan keberagaman yang dihargai di SMA Negeri 1 Maumere.
Hamid juga berujar bahwa kegiatan ini juga selain sebagai kegiatan rutin menyongsong HUT Smansa di samping itu sebagai pendalaman materi keagamaan. Fokus dari kegiatan ini adalah memperkuat spiritual dan membentuk karakter peserta didik yg berakhlak dan budi pekerti mulia.
Marlin Lering








