
Teropongindonesianews.com
Air upas, Ketapang-Kalimantan Barat.
Komisi Kateketik Keuskupan Ketapang baru-baru ini (18-19, Maret 2023), menyelenggarakan Pelatihan bagi para evangelis regio selatan yang bertempat di paroki Maria Ratu Pecinta Damai Air Upas. Pelatihan yang melibatkan para Katekis, Guru Agama Katolik dan Prodiakon dari empat paroki dan dua pra paroki yang berada di Wilayah regio selatan Keuskupan Ketapang. Dalam sambutan pembukaan, RD. Ignasius Made, selaku pastor kepala Paroki Air Upas sekaligus ketua penyelenggara mengatakan, “Saya sangat mengapresiasi inisiatif Komisi Kateketik Keuskupan Ketapang dalam melaksanakan pelatihan bagi para evangelis di regio selatan. Hal ini penting mengingat kemajuan teknologi dan perubahan zaman yang makin pesat. Karena itu, Para Katekis, dan guru agama, serta prodiakon harus mampu menyesuaikan diri dengan pelatiahn-pelatihan seperti yang dilaksanakan ini agar dapat menjadi para evangelis yang militan dalam melayani.”

Menurut Ketua Komisi Kateketik Keuskupan Ketapang, RP. D. Sepo, CP, mengatakan “Kegiatan ini merupakan tindak-lanjut dari Pernas Komisi Kateketik Indonesia beberapa waktu silam dan juga anjuran bapa suci Fransiskus dalam surat apostolik Antiquum Ministerium: tentang Pendirian Pelayanan Katekis.
Selain itu, Komisi Kateketik juga menyadari bahwa perkembangan teknologi dewasa ini, khususnya kehadiran teknologi digital selain mengubah karakteristik budaya, perilaku dan cara berkomunikasi manusia, mau tidak mau akan berpengaruh terhadap kehidupan iman. Karena itu para Pewarta Sabda: Katekis dan Guru Agama Komisi Kateketik Keuskupan Ketapang perlu diberi pelatihan dan pendampingan dalam menyegarkan kembali pengetahuannya sehingga menjadi evangelis yang militan dalam melayani umat.”

Melalui pelatihan ini, semua peserta diajak untuk merefleksikan kembali peran dan tugas masing-masing sebagai pelayan dan pewarta sabda. Selama dua hari, para peserta dilatih secara serius oleh seorang narasumber yang handal dari Komisi Kateketik Keuskupan Agung Semarang yaitu Bapak Maryono. Dalam penyampaian materinya bapak Maryono membimbing peserta dengan pertanyaan-pertanyaan reflektif agar peserta mampu menyadari tugas dan peran mereka sebagai pewarta sabda Allah. Para peserta diajak agar dapat menjadi para evangelis yang militan dalam melayani umat.
Sr. Petra, selaku moderator menyampaikan bahwa, “peran serta keaktifan peserta sangat diharapkan, walaupun peserta yang hadir belum memenuhi kuota yang diharapkan namun kita jangan pernah menyerah, sebab kita semua dipanggil untuk diutus. Ini merupakan kegiatan yang pertama yang dilakukan oleh Komisi Kateketik Keuskupan Ketapang. Oleh Karena itu, mari kita dukung proses kegiatan ini dan semoga kegiatan ini tidak berhenti disini melainkan menjadi titik awal untuk kita terus melangkah menuju para evangelis yang militan”.
Kegiatan ini diakhiri dengan diskusi kelompok berdasarkan paroki masing-masing untuk menyampaikan hal apa saja yang harus dikonkretkan baik dalam kehidupan pribadi, paroki maupun bagi kehidupan umat di regio selatan. Dengan dipandu oleh beberapa pertanyaan penuntun, para peserta sangat antusias menyampaikan saran mereka dalam membangun para evangelis yang militan di Wilayah regio selatan khususnya dan Keuskupan Ketapang umumnya. RD. Ignasius Made, dalam penutupan menyampaikan impiannya, “saya punya mimpi agar kegiatan ini berkelanjutan dengan saling mengunjungi diantaranya beberapa paroki dan pra paroki di regio selatan ini. Sama halnya dengan sebuah pohon, membutuhkan proses agar dapat menghasilkan buah, demikianpun para evangelis yang hadir saat ini agar dapat menghasilkan buah bagi pelayanan kepada umat”. Seluruh rangkain kegiatan ini akhirnya ditutup dengan foto bersama dan diberi kesempatan kepada peserta untuk menuliskan, saran, masukan bagi Komisi Kateketik Keuskupan Ketapang untuk dapat dijadikan pedoman dalam kegiatan-kegiatan selanjutnya. Dengan demikian RP. D. Sepo, CP, menutupi segala rangkaian kegiatan ini dengan berpesan, “kalian diutus untuk pergi dan menghasilkan buah. Selamat berkarya dan semoga ilmu yang didapat dalan kegiatan dua hari ini menjadi sumber bagi pewartaan kita bagi umat yang kita layani”.
*_Bung Aan_*









