
Teropongindonesianews.com
RUTENG – Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) Kabupaten Manggarai, Fransiskus Gero memantau langsung Ujian Akhir Sekolah (UAS) di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 7 Ruteng dan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Ruteng, pada Senin, 8 Mei 2023.
Dalam kunjungan tersebut Kadis Frans didampingi oleh kepala seksi bidang SMP Vinsensius Harjono.

“Pada pelaksanaan Ujian Akhir Sekolah (UAS), saya mau pastikan apakah pelaksanaan ujian ini berjalan dengan baik dan lancar atau ada kendala yang dihadapi,” ujar Frans dihadapan para guru-guru di sekolah itu.
Menurut Kadis Frans Gero, keadaan yang masih terbatas di sekolah membuat dirinya bersama kepala seksi memantau langsung, untuk memastikan ujian tersebut dapat berjalan dengan baik dan nyaman.
Dalam kunjungan tersebut Kadis Frans juga memberikan motivasi kepada siswa-siswi yang melaksanakan ujian agar tetap belajar dan tetap menjaga kesehatan selama ujian kedepan.
“Pada pelaksanaan ujian kali ini saya mau pastikan ujian berjalan dengan lancar atau ada kendala, tetapi setelah saya memantau langsung di sekolah tanpa ada kendala yang di alami oleh siswa-siswi” ungkap kadis Frans
Tak hanya itu, Kadis Frans juga mengapresiasi atas segala inovasi yang dilakukan oleh sekolah-sekolah yang ada di Manggarai.
Lanjut dia, inovasi digital ini kiranya dapat memberi dampak bagi anak-anak, dimana mereka dapat menggunakan Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), secara cerdas atau anak-anak tidak menggunakan handphone untuk hal-hal yang negatif.
Terpisah kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 7 Ruteng, Aloisius Gambang kepada awak media Teropong Indonesia News ( TIN ) menyampaikan kalau dirinya sangat merasa bangga dan berterima kasih atas kunjungan dari kadis PPO di sekolahnya.
Kepsek SMPN 7 Ruteng Juga menjelaskan, sejak di berlakukan ujian berbasis Android ini ada banyak kemudahan bagi guru dan siswa di SMPN 7 Ruteng, maka ini suatu kebanggaan tersendiri bagi kami.
“Pelaksanaan ujian berbasis Android ini sangat baik dan kunjungan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, kabupaten Manggarai ini menjadi momen yang sangat luar biasa dan jarang terjadi,” ungkap Kepsek Aloisius.
Diketahu dari 85 sekolah SMP di Kabupaten Manggarai, yang ujian pakai kertas pensil 61 sekolah, sedangkan yang menggunakan android 24 sekolah.
Dari 24 sekolah yang menggunakan berbasis android 9 sekolah di dalam kota, sementara 24 sekolah lainnya berada di luar. (Iren TIN)








