
Teropongindonesianews.com
Situbondo – Seni dan Budaya mempunyai daya tarik tersendiri dalam menyamakan sebuah visi dari masing masing pemikiran dari semua kalangan, baik dari Akademisi, Praktisi, Pemerhati dan Pelestari.
Masing masing pemikiran menciptakan sebuah insting dalam menyikapi Seni dan Budaya, dalam mengisi sebuah Peradaban.
Berawal dari sebuah pemikiran dan Insting terkait Seni dan Budaya yang membuat Rektor UNTAG Banyuwangi, Dr.Andang Subaharianto yang juga sekaligus sebagai Dosen di UNEJ, bersama Timnya melakukan kunjungan Silaturahmi ke Sanggar Wahana Puspa Budaya yang sekaligus kediaman Hosnatun/ P.Tutun, di Kelurahan Mimbaan Timur, Kecamatan Panji kabupaten Situbondo, di akhir pekan, Minggu 11/9/2022.

Dalam kunjungannya Dr.Andang S, yang di dampingi salah satu Dosen UNEJ, Panakajaya Hidayatullah (Putra daerah Situbondo), beserta rekan yang lainnya di antaranya, Albert Tallapesy, Dwi Hariyanto, Abhiseka Naufal M H ( Arkeologi ), Awal (Wilwatikta) dan Rizal Maldini salah satu Mahasiswa Antropologi dari Unibraw Malang tiba di Kediaman P.Tutun pada pukul 9.45 wib.
Dr.Andang S bersama Timnya , menemukan tentang kaidah Seni Topeng di Situbondo yang berbasis Sejarah, seperti yang di sampaikan, Bahwa dirinya mengagumi seorang P.Tutun yang menjelaskan Tafsir Kitab Negarakertagama Pupuh 26 – 28 Terkait Tari Topeng Yang keberadaannya sejak jaman Patukangan Pada masa kejayaan Majapahit. Dan itu perlu di berikan Apresiasi khusus kepada P.Tutun dalam melestarikan Kesenian Topeng yang Berbasis Sejarah.
Ketika Biro Teropong Indonesia News (TIN) Menanyakan kepada Dr.Andang terkait Layak Tidaknya Seorang Hosnatun/ Pak Tutun mendapatkan Legitimate Personal seperti Gelar Kehormatan Doktor Honoris Causa, di bidang Seni dan Karawitan, mengingat pak tutun, bisa Menciptakan tari, Penari, Koreografer tari, Pembuat kostum tari, Pengrawit , Pembuat Alat Musik Karawitan.
Dr.Andang Subaharianto mengatakan bahwa P.Tutun sangat layak mendapatkan gelar kehormatan Doktor Honoris Causa tersebut, sesuai ilmu pengetahuan nya dalam bidang Seni Budaya Tari, khususnya Tari Topeng yang berbasis sejarah tersebut, Ungkap Dr.Andang S.
Lebih lanjut Dr.Andang Subaharianto mengatakan bahwa apa yang di tekuni P.Tutun saat ini adalah temuan yang Revolusioner dan menjadi sebuah Inspiratif untuk mempertahankan tradisi yang di ibaratkan bahwa Tradisi itu sebagai Akar Tunggal bagi sebuah pohon yang tumbuh kuat, dimana akar serabut serta pohon ,ranting ,dan daunnya menjadi sebuah Kreasi yang akan terus berganti dan hidup selama akar tunggal masih hidup, pungkas Dr.Andang S, yang di kutip dari pemaparan Pak.Tutun, sambil menikmati suguhan singkong kukus ala P.Tutun.
(AgusBiroTIN Situbondo)








