
Teropongindonesianews.com
Penulis : Yuli Gagari
Nangaroro ,Nagekeo – Tanggal 2 Mei merupakan tanggal penting untuk dunia pendidikan. Tanggal tersebut ditetapkan sebagai Hari pendidikan nasional (HARDIKNAS) tertuang dalam Keputusan Presiden No. 316 Tanggal 16 Desember 1959. Perayaan Hardiknas yang ke 64 kali ini mengusung tema “Bergerak Bersama Semarakkan Merdeka Belajar”,
Hampir semua sekolah dari tingkat SD sampai SMA yang ada di Indonesia memeriahkan hari istimewa ini dengan berbagai kegiatan. Diantaranya adalah upacara bendera bersama, perlombaan menari, berpuisi, berpidato, lomba bercerita, olah raga serta kegiatan lain yang tidak kalah menarik.
Demikianpun yang saya pantau dan ikuti di SMP Negeri 3 Nangaroro, para peserta didik, pendidik serta tenaga kependidikan menggelar upacara bendera bersama di halaman sekolah yang dimulai tepat pukul 08.00 WITA. Semua peserta yang hadir berpakaian adat dan motif berbagai daerah daratan Flores. Ada yang lebih spesial kali ini dalam Upacara tersebut karena langsung dengan penyerahan trophy dan hadiah oleh para pemain bola Voli putera kepada Kepala SMP Negeri 3 Nangaroro yang berhasil meraih juara 3 dalam Turnamen SMAFIX CUP 4 di SMA St. Clemens Boawae.
Kepala SMP Negeri 3 Nangaroro, Silverius Ma Keo, S.Ag yang membacakan pidato Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim menyampaiakan beberapa poin penting, diantaranya adalah peluncuran 24 episode merdeka belajar membawa kita semakin dekat dengan cita – cita luhur Ki Hadjar Dewantara yaitu pendidikan yang menuntun bakat, minat, dan potensi peserta didik agar mampu mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi – tingginya sebagai seorang manusia dan anggota masyarakat.
Kenyamanan peserta didik dalam belajar menjadi lebih baik karena aktifitas pembelajaran dinilai lebih hoilistik oleh gurunya sendiri. Selain itu para pendidik lebih banyak berkarya lewat adanya platform merdeka mengajar (PMM) sehingga mereka lebih inovatif di kelas. Untuk pendanaan, pencairan langsung Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Bantuan Operasional Penddikan (BOP) kesekolah lebih fleksibel karena memberikan keleluasaan kepada sekolah untuk lebih meningkatkan kualitas pembelajaran.
Kemajuan yang masif dalam bidang pendidikan ini tentunya merupakan usaha keras semua elemen mulai dari pakar pendidikan, guru dan tenaga kependidikan, pemerhati dan pegiat pendidikan serta budayawan dan seniman yang juga turut berperan didalamnya.
Pada kesempatan lain, Silverius juga berpesan agar peserta didik harus lebih banyak berprestasi. Bukan hanya dibidang olah raga akan tetapi keliterasian dasar dan kesenian juga harus menjadi prioritas satuan pendidikan ini agar ada keseimbangan.
“Kenyataan yang saya lihat selama ini peserta didik kita masih dominan dengan olah raga, sementara jika kita menilik Rapor Pendidikan kita, kegiatan keliterasian dan kesenian masih rendah peminat. Sehingga harapannya kedepan kedua kegiatan ini harus lebih diaktifkan agar cita- cita luhur yang diamanatkan Mendikbudristek ini tercapai.” Tegasnya lagi.
Kurikulum Merdeka yang telah dijalankan sekarang telah mengangkat nilai luhur dengan banyak menerapkan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5),Tujuan penerapan P5 adalah memberikan pengalaman nyata kepada siswa dalam mewujudkan nilai luhur pancasila melalui kegiatan proyek pembelajaran baik didalam kelas maupun diluar kelas. Melalui 6 dimensi yang terdapat dalam P5, peserta didik diharapkan untuk lebih beriman, bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa, dan berakhlak mulia,berkebhinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis dan kreatif.
Pendidik dan peserta didik berpose bersama
Pada akhir kegiatan upacara bendera, para guru dan peserta didik menyempatkan diri berpose bersama lalu menari Ja,i dan Gawi serta beberapa peserta didik yang bergoyang ria.
Perayaan Hardiknas ini kiranya benar- benar menjadi optimisme Nadiem Anwar Makarim dan tentunya kita semua bahwa layar yang sudah kita bentangkan jangan sampai terlipat lagi. Karena kita para pendidik, tenaga kependidikan, seniman, budayawan dan peserta didik merupakan kapten kapal besar yang bernama INDONESIA, perjalanan harus dilanjutkan, perjuangan harus diteruskan, agar semua anak bangasa merasakan kemerdekaan yang sebenar- benarnya dalam belajar dan bercita–cita.
RED







