
Teropongindonesianews.com
Lampung Tengah- Panitia Pemungutan Suara (PPS) kampung di kecamatan Terusan Nunyai, kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung dduga memangkas dana anggaran Operasional Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di kecamatan Terusan Nunyai, kabupaten Lampung Tengah, yang dianggarkan untuk Operasional Tempat Pemungutan Suara (TPS) Pemilihan Umum (Pemilu) serentak pada tanggal 14 Februari 2024 lalu yang dikelola KPPS. Sebesar Rp. 560.000,- sampai Rp. 660.000,-/KPPS/TPS. Rabu, (21/02/2024)

Dugaan pemangkasan anggaran operasional KPPS di setiap TPS di kecamatan Terusan Nunyai tersebut, dikuatkan berdasarkan temuan pihak media, dari informasi surat Nomor: 36/KU.03.1-SD/1802/1/3024. Sifat: Penting. Perihal: Pemberitahuan Besaran Anggaran Pemungutan dan Penghitungan Suara, yang di keluarkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten Lampung Tengah, tertanggal 12 Februari 2024.

Kepada Sekertaris PPK dan PPS Kabupaten Lampung Tengah yang menyampaikan besaran dana anggaran untuk kebutuhan pemungutan dan penghitungan suara, dengan total keseluruhan sebesar Rp. 13.564.000,-.
Namun, realisasinya berdasarkan RKA (Rencana Kerja dan Anggaran) yang didapatkan dari salah seorang anggota KPPS kampung Gunung Agung, dana anggaran tersebut diduga hanya di turunkan sebesar Rp. 12.904.000,- yang di peruntukkan sebagai Honor dan Operasional KPPS/Dikelola KPPS, dengan rincian;
~ Belanja Honor Output Kegiatan, Ketua, Anggota dan Linmas Rp. 9.200.000,-
~ Belanja Bahan Rp. 1.064.000,-
~ Belanja Sewa Rp. 490.000,-
~ Belanja Barang Operasional lainya Rp. 2.150.000,-
Dengan begitu kuat dugaan pemangkasan dan anggaran Operasional KPPS kecamatan Terusan Nunyai oleh pihak PPS kampung sebesar Rp. 660.000,-.
Selain di KPPS kampung Gunung Agung, dugaan pemangkasan dana anggaran Operasional tersebut, juga diduga terjadi di alami oleh KPPS kampung Gunung Batin Ilir (GBI), kecamatan Terusan Nunyai Lampung Tengah.
Informasi tersebut didapatkan berdasarkan keterangan salah seorang anggota KPPS kampung Gunung Batin Ilir, bahkan dirinya juga mengatakan untuk Anggota KPPS di kampung Gunung Batin Udik, kecamatan Terusan Nunyai, kabupaten Lampung Tengah juga pun menerima anggaran yang sama, dimana dana anggaran Operasionalnya sebesar Rp. 13.004.000,- dengan rincian;
~ Belanja Honor Output Kegiatan, Ketua, Anggota dan Linmas Rp. 9.200.000,-
~ Belanja Bahan Rp. 1.064.000,-
~ Belanja Sewa Rp. 490.000,-
~ Belanja Barang Operasional lainya Rp. 2.250.000,-
Dengan selisih dari yang ditetapkan oleh KPU Lampung Tengah sebesar Rp. 560.000,-.
Ketika di konfirmasi melalui pesan WhatsApp pribadinya, Ketua PPS kampung Gunung Agung TS sama sekali tidak merespon, Meskipun pesan tersebut telah dilihat atau di baca olehnya dengan tanda check list dua berwarna biru.
Begitupun dengan Ketua PPS kampung Gunung Batin Ilir, inisial E, juga tidak ada tanggapan atau menjawab, saat dirinya dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pribadinya.
Sedangkan A, yang diketahui selaku Anggota sekretariat PPS kampung Gunung Agung, ketika di konfirmasi melalui pesan WhatsApp pribadinya mengatakan bahwa dirinya sedang rapat pleno kecamatan dan meminta pihak media untuk menemuinya di sekretariat PPK pada saat jam istirahat.
“Ke PPK aja, saya masih pleno, kesini aja saya tunggu Jam istirahat tapi kesini,” jawabnya singkat.
Sampai berita ini di terbitkan tidak ada tanggapan baik dari kedua Ketua PPS kampung tersebut untuk menjelaskan terkait selisih dana anggaran operasional KPPS setempat. RED








