
Teropongindonesianews.com
Oleh : CISILYA ANDINI WINARTI
(Siswi SMP Kelas 7)
Belakangan ini, kami yang biasa tergabung dalam Forum anak selalu mengkampanyekan tentang sanitasi. Hal ini merupakan sebuah cara agar masyarakat memiliki kepekaan terhadap masalah kebersihan dalam rumah dan halaman sekitar.
”Selalu Sehat” tentu menjadi idaman setiap orang. akan tetapi menuju sehatpun tentu butuh pengorbanan. Walau terlihat enteng, tetapi begitu runyam dalam pelaksanaannya.
Demikian dengan lembaga pendidikan akan terlihat indah dan asri jika di dukung oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah sistem sanitasi yang baik.
Lembaga pendidikan SMP Negeri 3 Nangaroro merupakan salah satu lembaga pendidikan di wilayah kecamatan Nangaroro yang berlokasi di Desa Woewutu. Kebersihan dan keindahan lingkungan menambah nilai estetika yang fantastis, karena begitu sejuk dan hijau, dipenuhi tanaman bunga dan pepohonan yang teduh.
Di sekolah ini juga terdapat pengelolaan air minum yang belum terjamin, walaupun bersumber dari PDAM, akan tetapi tidak sepenuhnya 24 jam mengalir.
Hal ini disebabkan keadaan topografi wilayah Desa Woewutu yang terpisah – pisah, sehingga air dialiri secara bergilir oleh petugas PDAM. Terkadang jadwal untuk mengalirkan air ini tidak sesuai harapan masyarakat, ada yang tidak mengalir sampai berminggu – minggu, dan tidak rutin.
Menilik keadaan disekolah, tempat saya menimba ilmu, pengaturan air kesekolah juga terkadang tidak memuaskan.
Kebutuhan disekolah akan sanitasi harus seutuhnya terpenuhi agar semua warga sekolah sehat, lingkungan sekolah hijau, pengelolaan air minum higienis terpenuhi, air dalam toilet juga selalu tersedia serta kebutuhan lain untuk kebun gizi. Jika tidak memiliki sanitasi yang baik akan menimbulkan dampak negatif terutama kebersihan toilet sekolah. Bagaimanapun, toilet merupakan bagian yang paling penting dalam meningkatkan kesehatan.
Toilet penyebar kuman penyakit. Toilet tak hanya harus bersih tapi higienis. Sehingga untuk mewujudkan hal ini standar toilet sehat yaitu : toilet memiliki air bersih, cukup udara dan bersih, memiliki tempat sampah dan tempat cuci tangan, hemat air, kondisi saluran dan septic tank. Mengutip pernyataan Kepala SMP Negeri 3 Nangaroro, Silverius Ma Keo, ”Sanitasi untuk sekolah diupayakan untuk terealisasi, hal ini sangat urgen. Masih banyak kekurangan, toilet siswa perlu ditambah lagi karena yang tersedia baru 4, dan 2 tidak dapat difungsikan lagi karena telah rusak, toilet yang seyogyanya disediakan untuk guru terpaksa dipakai juga untuk siswa, sangat tidak seimbang dengan jumlah siswa yang begitu banyak disekolah.”
Dan masalah ini harus segera di atasi jika tidak akan menjadi masalah besar. Sehingga telah dipikirkan untuk menerapkan sanitasi dan toilet layak, air minum dan lingkungan sekolah hijau, pengelolaan air limbah, dan pengelolaan sampah sekolah. Ini semua menjadi prioritas utama, dan tidak terlepas kerjasama dengan KOMITE sekolah serta menggandeng beberapa NGO yang telah bermitra dengan pihak sekolah, sehingga sanitasi dan toilet layak dapat terwujud di satuan pendidikan tersebut.
Kebersihan toilet menjadi hal yang utama dalam kehidupan kita. Terutama dilingkungan sekolah. Banyaknya pemakai toilet bisa jadi pemicu akan penyebaran kuman penyakit.
Pemakaian toilet bersama jika tidak ditunjang oleh ketersediaan air yang memadai akan dapat memicu berkembangnya kuman penyakit.
Dan bisa juga menyebabkan para siswa menjadi mual, muntah dan diare atau bahkan cacingan. Semuanya akan berimbas pada pertumbuhan dan perkembangan siswa tersebut.
Harapan kami yang tergabung dalam forum anak, mewujudkan sanitasi yang layak dan aman akan menyumbang ”kesehatan terjamin” bagi para siswa dan siswi disekolah sebagai generasi emas di masa mendatang.
Pewarta: Anwar.
Editor: Santoso.





