
Teropongindonesianews.com
Jember – Jum’at(08/03/2024),Sangat disayangkan sekali peristiwa yang terjadi di desa Jenggawah terutama di dusun Gayasan B,tentang berhentinya K Blok/Ulu-ulu air yang terkesan bau mencurigakan.
Dari awal perjalanan yang sudah dilalui banyak hal ditemukan kejanggalan dari pertama tutur kata ketua hipa yang mengatakan semua data-data ada dikasun,sangat jelas sekali bahwa seakan lepas tanggung jawab dan melemparkan sesuatunya kepada orang lain,
Begitu juga halnya waktu rapat di kantor desa yang dihadiri Pak kades,Kasun,Bhabinsa,bhabinkamtibmas,satpol pp,K Blok B,dan awak media, terkecuali ketua hipa yang tidak hadir,disana kepala desa menyampaikan,bahwa saya tidak tau menau dan ini bukan tanggung jawab saya,dan saya hanya bisa menengahi masalah ini agar segera selesai.tuturnya pak kades supardi.
Disamping itu pak Kasun juga menyampaikan sebuah solusi dengan masalah ini yang kian hari makin ramai,pak Kasun mengatakan saya akan memberikan ruang untuk bermusyawarah bersama dan nanti kita hadirkan semua yang bersangkutan dalam hal ini.katanya.
Selang beberapa hari tidak ada kabar dari Kasun yang menjanjikan memberikan ruang duduk bermusyawarah untuk menyelesaikan masalah yang sedang terjadi.
Tidak ada kabar untuk musyawarah tiba-tiba secara diam-diam pengesahan K Blok yang baru dilaksanakan,sungguh sangat-sangat miris sekali peristiwa ini seakan-akan desa Jenggawah ini dikuasai oknum-oknum yang berkepentingan dan tidak mengindahkan suara masyarakat kecil yang meminta keadilan,
Pak Holil sebagai K Blok yang terintimidasi atas tekanan yang dia alami hingga dia dilengserkan dengan cara yang licik.
Sungguh bobroknya pemerintahan desa yang tidak bisa memberikan keadilan dalam menyeimbangkan masalah yang sedang terjadi,bagaiman mungkin kemajuan dan kesejahteraan rakyatnya bisa terjamin bila masih bertimbang sebelah.
Pewarta: Santoso.
Editor: Santoso.








