
Teropongindonesianews.com
Bengkulu Utara ,Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Reguler merupakan dana yang dialokasikan untuk membantu kebutuhan operasional seluruh anak didik. Dana ini digunakan terutama untuk membiayai belanja non-personalia bagi satuan pendidikan dasar dan menengah sebagai pelaksana Program Wajib Belajar dan dapat dimungkinkan untuk membiayai beberapa kegiatan lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Namun, dana BOS di SMP Negeri 22 Bengkulu Utara, yang terletak di Jalan Poros Desa Kota Bani, Kecamatan Putri Hijau, Kabupaten Bengkulu Utara, diduga disalahgunakan oleh oknum tertentu.
Pada tahun 2021, sekolah tersebut menerima dana BOS sebesar Rp 430.100.000, tetapi yang disalurkan hanya Rp 318.304.000. Pada tahun 2022, dana BOS yang diterima sebesar Rp 418.000.000, dan yang disalurkan hanya Rp 407.537.000. Pada tahun 2023, dana BOS yang diterima sebesar Rp 423.680.000.
Terdapat ketidaksesuaian antara jumlah siswa dengan nilai kucuran dana BOS yang diterima oleh pihak sekolah.
Ketika dikonfirmasi oleh awak media pada tanggal 14 Maret 2024, Eko Wahyuliyanto, S.Pd., selaku Kepala Sekolah SMP Negeri 22, membenarkan bahwa jumlah dana BOS yang diterima sesuai dengan jumlah siswa.
Ketika ditanya mengenai kegiatan pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah, pengembangan perpustakaan, dan administrasi kegiatan sekolah, Eko Wahyuliyanto menjelaskan bahwa:
Kegiatan pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah:
•Tahun 2022: Rehabilitasi, penggantian seng dan kursi yang rusak.
•Tahun 2023: Rehabilitasi lapangan dan taman.
•Pengembangan perpustakaan: Pembelian buku (jumlah tidak diketahui).
•Administrasi: Ditangani oleh bendahara.
Eko Wahyuliyanto menyatakan bahwa jika terdapat selisih dana, pihaknya akan melakukan koreksi dan mencari solusi.
Berdasarkan pantauan awak media di lapangan:
•Biaya pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah pada tahun 2022 menghabiskan dana sebesar Rp 60.780.000.
•Biaya administrasi kegiatan sekolah pada tahun 2022 menghabiskan dana sebesar Rp 147.056.300.
•Biaya pengembangan perpustakaan pada tahun 2022 menghabiskan dana sebesar Rp 24.804.700.
Terdapat dugaan mark-up anggaran pada kegiatan-kegiatan tersebut.(***)









