
Teropongindonesianews.com
BOLMUT, Seorang oknum salah satu pimpinan pondok pesantren Alkhairaat kecamatan Bintauna Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) inisial AB diduga melakukan bagi-bagi uang atau money Politik.
Berdasarkan keterangan AB melalui rekaman yang di introgasi oleh kakak korban (siswa), bahwasanya oknum guru didik telah mengakui membagi-bagi amplop yang berisi sejumlah uang untuk diserahkan kepada 40 orang siswa dan siswi yang merupakan peserta didiknya.
Dalam keterangannya didepan kakak korban , AB mengaku bahwa Kejahatan demokrasi ini Ia lakukan kepada siswa dan siswi di wilayah sekolah pesantren alkhairaat pada Selasa,( 26/11/24).
Dirinya mengakui bahwasanya uang itu dari salah satu Paslon, “Uang itu saya dapatkan dari salah satu calon Andalan, yaitu Asripan Nani dan Aktrida Datunsolang,” terang AB.
AB juga menyesali apa yang dia lakukan itu adalah salah, dan siap menerima konsekuensi sebagai seorang pendidik.
“Saya karna sudah menyalahi moral sebagai seorang guru saya menyatakan belum menjalankan tugas saya sebagai pengajar, dan saya siap mengundurkan diri sebagai tenaga pendidik dan tidak mengulangi hal ini di masa-masa yang akan datang,” Terang AB kepada kakak korban.
Sementara itu masyarakat Kecamatan Bintauna yang sempat juga di konfirmasi oleh Tim Media TIN meminta agar kasus money politik ini agar di usut tuntas.
“Kami minta kepada Bawaslu, sentra Gakumdu serta APH terkait agar dapat menyelesaikan persoalan money politik ini, mengingat money politik merupakan kejahatan demokrasi dan merugikan masyarakat,” Ungkapnya. RED







