
PENULIS
DION NGETA
Teropongindonesianews.com
Panti Rehabilitasi Penyandang Cacat Santa Dymphna Maumere Wairklau menerima 4 penyintas binaannya bekerja kembali di panti dan ada 214 pasien telah dipulangkan sejak Panti Santa Dymphna didirikan. Keempat penyintas tersebut menempati beberapa posisi penting di panti. Tiga (3) orang bekerja sebagai pendamping pasien ODGJ di panti dan satu (1) sebagai staf di kantor Yayasan maupun panti. Keempat penyintas itu antara lain:
Pertama, Pak Paulus Lunga, S.Psi.
Pak Paul, demikian ia biasa disapa berasal dari Kabupaten Nagekeo. Sebelum menderita sakit jiwa, ia bekerja di PLAN INTERNASIONAL Kabupaten Nagekeo. Atas koordinasi dan konfirmasi PLAN Kabupaten Nangekeo dengan Pimpinan Panti Santa Dymphna, pak Paul disepakati dirawat di Panti Santa Dymphna. Tahun 2017 Pimpinan Panti Santa Dymphna, Sr. Lucia, CIJ Bersama staf menjemputnya di kampung halamannya, Towa, Mbai Nagekeo.
Tahun 2018, paku Paul mengalami Rahmat dan belas kasih Tuhan. Ia dinyatakan sembuh. Pak Paul membantu pasien ODGJ di panti sebagai pendamping bersama tenaga psikologi Pak Arry Betok, S.Psi dan para perawat panti.
Pada bulan Juli 2019, Pak Paul diberi kesempatan untuk kuliah di UNIPA Prodi Psikologi. Lembaga membiayainya. Ia dipandang layak karena memiliki kemampuan dan karakter di atas rata-rata.
Pauk Paul Sukses menyelesaikan studinya tepat pada waktunya. Ketekunan, kesabaran dan daya juang yang tinggi walaupun juga sebagai salah satu pendamping ODGJ panti, pak Paul akhirnya meraih sukses. Pada tanggal10 Oktober 2023 ia diwisudakan dengan predikat kelulusan Cumlaude bersama dengan beberapa wisudawan lainnya.
Walaupun belum diwisudakan, pada tanggal 10 Juli 2023, Pak Paul diterima secara formal bekerja di Panti Santa Dymphna. Dengan latarbelakang Pendidikan Psikologi, Pak Paul dipercayakan menjadi salah satu staf tenaga psikologi panti Bersama seniornya pak Arifin Betok, S.Psi. Setiap hari mereka merancang berbagai kegiatan psiko-terapi untuk pasien dengan sakit jiwa di Panti Santa Dymphna hingga saat ini.
Kedua, Ibu Vinsensia Pale, S.Ak.
Ibu Avin, demikian ia biasa dipanggil di panti. Orangtuanya berdomisili di Kabupaten Sikka. Bapaknya berasal dari Kabupaten Ngada sedangkan mamanya dari Kabupaten Sikka. Ibu Avin direhabilitasi di Panti Santa Dymphna sjak 13 Agustus 2023.
Dalam waktu dua bulan ibu Avin sudah menunjukan tanda-tanda bahwa kondisi Kesehatan jiwanya mengalami pemulihan. Pada tanggal 12 November 2023 ibu Avin dinyatakan sembuh. Berdasarkan konfirmasi dengan Pimpinan Panti, Sr. Lucia, CIJ, ibu Avin kemudian dipercayakan membantu kerja-kerja para perawat dan tenaga psikologi di Panti Santa Dymphna.
Dengan semangat hidup baru sebagai pribadi yang mengalami belas kasih Tuhan, Avin membantu kembali dan bekerja dengan penuh sukacita bagi teman-teman ODGJ sebagai pendamping.
Pada tanggal 12 Nofember 2023 ibu Avin remsi menjadi salah satu staf di kantor Panti/Yayasan, membantu di bagian administrasi keuangan Lembaga/panti/Yayasan. Ibu Avin hiangga hari ini masih setia bekerja sebagai salah satu staf di kantor selain juga membantu pelayanan di panti Santa Dymphna.
Kedua, Bonefista Anselmia.
Ibu satu anak ini biasa disapa ibu Keke. Ibu Keke lahir di Maumere, 09 Mei 1997. Pendidikan terakhir adalah D3 Keperawatan. Kedua orangtuanya berasal dari Kabupaten Sikka.
Sejak Maret 2024, ibu Keke mengalami gangguan mental atau sakit jiwa. Pada tanggal 08 Juli 2024 orangtua/keluarganya mempercayakan Panti Santa Dymphna sebagai tempat rehabilitasi kondisi kesehatannya. Atas persetujuan dan kesepakatan bersama Pimpinan Panti, Sr. Lucia, CIJ dan keluarga, ibu Keke akhirnya diterima sebagai salah satu pasien ODGJ di Panti.
Kurang lebih setahun Ibu Keke mendapatkan perawatan dan rehabilitasi. Semua program kegiatan rehabilitasi baik secara medis, psikologi, sosial, psiko-spiritual, kinestetis dan peningkatan gizi diikuti dengan baik. Ia sangat proaktif dan mengikuti berbagai kegiatan terapi psikologi yang dirancang oleh tenaga psikologi panti.
Karena itu di awal tahun 2025, ibu Keke sudah menujukkan kondisi Kesehatan jiwanya yang makin baik. Atas rekomendasi senior tenaga Psikologi Panti, Pak Arifin Betok, S.Psi, ibu Keke dipercayakan juga sebagai pendamping tenaga psikologi panti. Berbagai program dan kegiatan rehabilitasi terutama pendampignan fisik pasien, juga dipercayakan kepada ibu Keke.
Pada tanggal 10 Maret 2025 Ibu Keke secara resmi menjadi salah satu staf (perawat panti). Ia dipercayakan untuk mengurus pasien ODGJ khususnya penangan bagian Kesehatan fisik pasien (penanganan medis) sesuai latar belakang pendidikannya. Ibu Keke juga dipercayakan menjadi salah satu vokalis untuk Youtube Panti.
Ketiga, Ibu Maria Herlina Paji
Ibu satu anak ini biasa dipanggil Ibu Lia. Ibu Lia berasal dari Koa, Palue. Ibu Lia bersama suami dan anaknya berdomisili di Bolawolon, Kelurahan Tana Duen, Kecamatan Kangae. Sejak 21 September 2024, ibu kelahiran 01 September 1999 ini mengalami gangguan jiwa/sakit jiwa.
Pada hari Senin, 06 Januari 2025, Ibu Lia dihantar ke Panti Santa Dymphna. Keluarga (ibundanya) mempercayakan proses rehabilitasi kondisi Kesehatan jiwanya di Panti Santa Dymphna. Berdasarkan kesepakatan bersama Pimpinan Panti, Sr. Lucia, CIJ, ibu Lia diterima untuk mendapatkan perawatan dan rehabilitasi.
Sejak Februari 2025, kondisi Kesehatan jiwa ibu Lia sudah menunjukkan tanda-tanda makin membaik. Karena itu ibu Lia dipercayakan untuk membantu mendampingi pasien di Panti Santa Dymphna. Sejak 10 April 2025, ibu Lia secara resmi membantu mendampingi pasien di Panti Santa Dymphna bersama para perawat dan tenaga psikologi lainnya. Ia sangat proaktif dan inisiatif dalam berbagai kegiatan panti bersama para perawat dan tenaga psikologi. Ibu Lia juga dipercayakan menjadi vokalis untuk Youtube Panti.
Dua Ratus Empat Belas Pasien dipulang sejak panti didirikan
Berdasarkan hasil rekapan dari buku pendaftaran pasien ODGJ Panti Santa Dymphna Wairklau Maumere Flores NTT bahwa ada 2014 pasien yang dipulangkan sejak didirikan 26 Januari 2004.
Sr. Lucia, CIJ, pimpinan Panti Santa Dymphna sesungguhnya sudah melakukan pelayanan kepada ODGJ terlantar sejak tahun 2003. Sejak ia dipercayakan sebagai Pimpinan Yayasan Bina Daya Cabang Sikka 2003, Suster Lucia, CIJ sudah melakukan kegiatan sosial kemanusiaan dengan memandikan ODGJ di jalanan, memberi mereka makan dan mengobati luka-luka mereka di jalanan.
Pada tahun 26 Januari 2004 rumah semi permanen Panti Santa Dymphna didirikan yang ditandai dengan peletak batu pertama. Sejak itu ODGJ terlantar perlahan-lahan dijemput dan yang dipasung di rumah-rumah mulai dihantar oleh keluarga, Polisi, Pol PP dan Dinas Sosial dan Ojek.
Selain ODGJ, Panti juga menerima Penyandang Masalah Sosial (PMS) lainnya seperti korban KDRT, korban Kekerasan seksual, anak-anak yatim piatu, anak-anak kurang atau tidak mampu. Anak-anak yatim-piatu dan kurang/tidak mampu disekolahkan bahkan dikuliahkan. Dan itu berlangsung dari 2004 – 2010. Cukup banyak anak-anak yang tidak mampu/kurang mampu, anak-anak yatim-piatu yang disekolahkan dan sampai tamat SMA atau SMK dan mereka kembali ke tengah keluarga. Demikian juga beberapa yang dikuliahkan dan sudah mandiri.
Sejak tahun 2010, Lembaga memutuskan untuk fokus menangani, merawat dan merehabilitasi ODGJ baik yang perempuan maupun yang laki-laki. Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan bahwa ODGJ adalah kelompok yang kurang diperhatikan. Mereka adalah orang-orang yang miskin secara jiwa maupun raga. Hingga saat ini ada 130 ODGJ yang sedang direhabilitasi di Panti Santa Dymphna.








