
Teropongindonesianews.com
Sumenep – Peristiwa tabrak lari yang mengakibatkan tewasnya seorang siswa SMP menggemparkan Sumenep. Kecelakaan tragis ini terjadi pada Sabtu malam, 8 Agustus 2025, sekitar pukul 21.30 WIB di Jalan Raung Pabian, Sumenep. Korban, MDE (14), siswa kelas 9 SMP Negeri 2 Sumenep, Dusun Penatu, Desa Kertasada, Kecamatan Kalianget, meninggal dunia dengan luka yang sangat mengenaskan.
Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Dokter Anwar Sumenep, namun nyawanya tak tertolong. Hasil visum menunjukkan korban mengalami luka serius di pelipis kiri, memar kebiruan di sekitar mata kiri, serta pendarahan dari kedua telinga dan hidung.
Kronologi kejadian bermula pukul 21.00 WIB. MDE menerima telepon dari temannya di Sumenep dan kemudian keluar rumah mengendarai sepeda motor Astrea tahun 80 warna merah. Tak lama kemudian, keluarga korban mendapat kabar duka bahwa MDE mengalami kecelakaan.
“Anak saya ditelepon temannya, lalu keluar naik motor. Tidak lama kemudian, kami mendapat telepon bahwa dia mengalami kecelakaan,” ujar Ibu korban dengan suara bergetar.
Keluarga korban bergegas ke lokasi kejadian, namun MDE telah dibawa ke rumah oleh seorang warga, TK, yang kebetulan melintas dan mengenali korban sebagai anak temannya di Desa Kertasada.
“Saya menemukannya sudah tergeletak di jalan. Saya langsung membawanya ke rumah karena kasihan,” ungkap TK.
Kehilangan MDE sangat memukul keluarga. Mereka terpukul bukan hanya karena kehilangan putra tercinta, tetapi juga karena pelaku yang tega meninggalkan korban tanpa pertolongan. Beruntung, ada saksi yang melihat kejadian tersebut dan menyebutkan bahwa korban ditabrak oleh sebuah mobil L300 pengangkut ayam potong.
Petunjuk tersebut kemudian dikonfirmasi oleh rekaman CCTV di lokasi kejadian. Rekaman CCTV pada pukul 21.30 WIB memperlihatkan dengan jelas mobil L300 tersebut melintas di lokasi kejadian. “Dalam rekaman terlihat jelas sopirnya sempat turun, namun bukan untuk menolong korban, melainkan hanya mengecek kondisi mobilnya,” jelas keluarga korban.
Setelah menerima laporan dari keluarga korban, Polres Sumenep langsung bergerak cepat. Petugas kepolisian melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap pelaku tabrak lari, MS (40), warga Kecamatan Rubaru, Sumenep, tiga hari setelah kejadian. Pelaku beserta barang bukti mobil L300 kini telah diamankan di Polres Sumenep.
Hingga berita ini diturunkan, penyidik Polres Sumenep masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku dan menyelidiki lebih lanjut kronologi kejadian. Pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait detail kasus ini. Kasus ini menjadi sorotan publik dan mengungkap keprihatinan atas meningkatnya angka kecelakaan lalu lintas dan rendahnya rasa empati pelaku terhadap korban.
Iwan









