Skip to content
April 22, 2026
  • BREAKING NEWS
  • KEPOLISIAN
  • Daerah
  • Ragam Peristiwa
  • Pemerintah
  • TNI
    • Desa
  • Edisi Spesial
BackgroundEraser_20250402_172203769

Menyingkap Tabir, Mengungkap Fakta, Aktual dan Terpercaya

Primary Menu
  • BREAKING NEWS
  • KEPOLISIAN
  • Daerah
  • Ragam Peristiwa
  • Pemerintah
  • TNI
    • Desa
  • Edisi Spesial
Live
  • Home
  • 2025
  • September
  • 4
  • Konservasi Alam dan Tanggung Jawab Manusia
  • ARTIKEL

Konservasi Alam dan Tanggung Jawab Manusia

Redaksi Teropong Indonesia News September 4, 2025 4 minutes read
IMG-20250824-WA0100_copy_573x859

 Kajian Antropologis Sederhana Perspektif Orang Nagekeo – Flores
Oleh: John Orlando

Di Flores, khususnya di Kabupaten Nagekeo, alam bukan sekadar ruang hidup fisik tempat manusia bertani, mencari air, atau membangun rumah. Lebih dari itu, alam adalah bagian dari struktur sosial, budaya, dan spiritual masyarakat. Gunung, hutan, tanah, dan air bagi orang Nagekeo bukanlah benda mati yang bisa diperlakukan sesuka hati, melainkan “tana pu’u” tanah asal yang menyatukan manusia dengan leluhur. Konsep ini menghadirkan sebuah kesadaran bahwa manusia hanyalah penjaga sementara atas warisan yang dipercayakan oleh nenek moyang, dengan kewajiban moral untuk meneruskannya kepada anak cucu.

Hubungan kosmologis dengan alam

Masyarakat Nagekeo masih memegang teguh ritual-ritual adat seperti pati ka tana (ritual penghormatan tanah) atau pati ka ae (penghormatan sumber air) yang dipersembahkan kepada Ine ae (ibu air) dan ame nua (bapak tanah). Ritual ini bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah pengakuan bahwa alam memiliki roh dan martabat yang harus diperlakukan dengan hormat. Membuka hutan atau lahan tanpa ritual bukan hanya melanggar adat, tetapi juga diyakini dapat mengganggu keseimbangan kosmos dan mendatangkan malapetaka.

Dalam sudut pandang antropologi, kearifan ini adalah bentuk konservasi berbasis kosmologi. Alam diperlakukan sebagai subjek yang memiliki hak, bukan objek yang bisa dieksploitasi. Dengan demikian, kosmologi orang Nagekeo sesungguhnya telah menghadirkan landasan filosofis bagi gagasan konservasi modern yang kini gencar disuarakan di tingkat global.

Konservasi berbasis adat

Kearifan orang Nagekeo tampak nyata dalam aturan adat yang mengatur siklus hidup alam. Ada waktu tertentu kapan lahan boleh ditanami, kapan musim panen tiba, kapan hutan bisa dibuka, dan kapan sumber air tidak boleh diganggu. Aturan ini sejatinya berakar dari prinsip hak ulayat: tanah bukan milik individu, melainkan milik komunitas. Ia adalah milik bersama yang harus dijaga bersama.

Di wilayah pegunungan Ebulobo atau sumber air di Boawae, hutan dan mata air tidak hanya bernilai ekologis, tetapi juga sakral secara budaya. Ketika hutan ditebang sembarangan atau mata air dirusak, bukan hanya lingkungan yang rusak, tetapi juga keseimbangan sosial dan spiritual masyarakat terguncang. Inilah mekanisme kontrol sosial yang menjaga keseimbangan alam: hukum adat dan rasa takut melawan leluhur.

Benturan dengan modernitas

Namun, dalam beberapa dekade terakhir, orang Nagekeo menghadapi tantangan besar. Masuknya proyek pembangunan berskala besar seperti pembukaan lahan pertanian baru, industry, tambang, bahkan infrastruktur membawa paradigma baru yang sering kali berbenturan dengan cara pandang tradisional. Negara melihat tanah sebagai aset ekonomi yang bisa diolah untuk kepentingan pembangunan, sementara masyarakat adat memandangnya sebagai warisan leluhur yang harus dijaga.

Benturan dua paradigma ini – teknokratis versus kosmologis – kerap memunculkan konflik. Kasus penggusuran, sengketa tanah, hingga perpecahan di antara komunitas adalah bukti nyata bahwa konservasi tidak bisa dipandang sekadar urusan teknis, melainkan juga persoalan identitas, spiritualitas, dan martabat manusia.

Konservasi sebagai tanggung jawab moral

Bagi orang Nagekeo, menjaga alam bukanlah urusan administratif atau proyek pemerintah semata, tetapi kewajiban moral. Seorang kepala suku dihormati bukan karena harta atau jabatan, melainkan karena kemampuannya melindungi tana pu’u dan sumber air untuk anak cucu. Dengan kata lain, martabat seorang pemimpin diukur dari kemampuannya menjaga keseimbangan alam.

Inilah pelajaran berharga: konservasi sejatinya bukan sekadar proyek hijau atau jargon internasional, melainkan tindakan moral dan spiritual yang menyentuh inti kehidupan. Ia adalah ekspresi cinta: cinta kepada leluhur, cinta kepada alam, dan cinta kepada generasi yang belum lahir.

Refleksi untuk Indonesia modern

Ketika dunia sedang menghadapi krisis ekologi mulai dari perubahan iklim, deforestasi, hingga krisis air bersih, antropologisederhana dari Nagekeo seharusnya menjadi inspirasi. Konservasi tidak boleh direduksi menjadi proyek green economy atau carbon offset yang lebih sering menjadi komoditas global. Ia harus berakar pada kesadaran lokal, pada nilai adat yang telah terbukti menjaga alam selama ratusan tahun.

Negara dan pasar bisa berubah-ubah kepentingannya, tetapi adat dan kosmologi harusnya tetap konsistensi dalam menjaga keseimbangan alam. Maka, tugas kita hari ini adalah merangkul kearifan itu, bukan menyingkirkannya.

Konservasi perlu dipandangan sebagai cinta yang diwujudkan dalam tanggung jawab. Cinta kepada leluhur yang menitipkan warisan, cinta kepada alam yang memberi kehidupan, dan cinta kepada generasi yang belum lahir. Di tengah dunia yang sedang gamang menghadapi krisis ekologi, suara-suara kecil budaya ini seharusnya didengar: bahwa menjaga alam bukan sekadar kewajiban teknis, melainkan panggilan moral manusia.

Kita serukan bersama orang: Mari wariskan mata air bagi anak cucu, jangan wariskan air mata bagi mereka

Tabe

About The Author

Redaksi Teropong Indonesia News

TEROPONG INDONESIA NEWS DI DIRIKAN SEJAK TANGGAL 22 DESEMBER 2020 oleh Wahyu dan Haji Darmo di bawah Naungan PT Teropong Multi Media,
( Call Redaksi : 082323884880 )

See author's posts

Post navigation

Previous: Jhi Lilur Siap Kembangkan Bisnis Multisektor Setelah Kemenangan Atasi Mafia Lobster
Next: Pabrik Pengolahan Singkong di Pekon Sukoharum Cemari Lingkungan, IPAL Diduga Tak Berfungsi

Related Stories

IMG-20260311-WA0088_copy_1188x892
  • ARTIKEL

Siswi SMAK Frateran Maumere Meneliti Penguruh Program Panti Santa Dymphna Terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ)

Redaksi Teropong Indonesia News Maret 12, 2026
IMG-20251201-WA0287_copy_900x1600_1_copy_900x1600
  • ARTIKEL

Ketika Ketenangan Dan Keheningan Makin Punah

Redaksi Teropong Indonesia News Maret 5, 2026
IMG-20260222-WA0105
  • ARTIKEL

Teori Dan Fungsi Teori Dalam Penelitian Politik

Redaksi Teropong Indonesia News Februari 22, 2026

PEMERINTAH KOTA PADANG SIDIMPUAN

IMG-20250908-WA0139

BUTIK INDHIRA GIANYAR BALI BERKELAS DUNIA

20241231_114526_copy_1280x1280

Perusahaan Rokok SAE-22/SAE-FA

IMG_20250118_003129

JASA PENGIRIMAN PAKET & DOKUMEN KE NUSANTARA DAN LUAR NEGERI

IMG_20250816_210313_copy_720x544

GUEST HOUSE JEMBER

20260308_204752_copy_1280x1280
Guest House Jember
  • Susunan Direksi PT Teropong Multi Media dan Susunan Redaksi Media Teropong Indonesia News
  • PHONE PEMIMPIN REDAKSI
September 2025
SSRKJSM
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930 
« Agu   Okt »

KETUA PKDI BONDOWOSO

IMG_20260112_075243

Arsip

MENEBAR KEBAJIKAN DENGAN SEDEKAH PADA ANAK YATIM

IMG_20250227_104516

PHONE PEMRED

WA - 082323884880
WA & Celluler - 085236384228

Usamah Abdat, SE – DEWAN REDAKSI

IMG-20250817-WA0274

KH Shobirin Al Faqih Bondowoso Jatim

IMG_20250812_234314
Keluarga Besar BSBK Bondowoso Jatim

You may have missed

IMG-20260421-WA0014
  • Uncategorized

SEKET BERAKHIR DAMAI: VENDOR BTS PAGERWOJO SETUJUI KOMPENSASI DAN KOMITMEN CSR

Redaksi Teropong Indonesia News April 21, 2026
IMG-20260421-WA0228_copy_640x432
  • Prestasi

Sabet penghargaan berita Jatim Gus fawait dedikasihkan gelar toko pengentasan kemiskinan untuk ASN Jember

Redaksi Teropong Indonesia News April 21, 2026
IMG-20260421-WA0229_copy_428x444
  • Seni Budaya

Ning Ghita Tampil Anggun Dengan Memakai Busana Batik Khas Jember

Redaksi Teropong Indonesia News April 21, 2026
IMG-20260421-WA0226(1)_copy_360x360
  • BREAKING NEWS

Tragedi Mahasiswa Sampang: Terjebak Tppo Turki, Rugi Puluhan Juta, Tidak Dapat Pekerjaan

Redaksi Teropong Indonesia News April 21, 2026
  • Susunan Direksi PT Teropong Multi Media dan Susunan Redaksi Media Teropong Indonesia News
  • PHONE PEMIMPIN REDAKSI
  • BREAKING NEWS
  • KEPOLISIAN
  • Daerah
  • Ragam Peristiwa
  • Pemerintah
  • TNI
    • Desa
  • Edisi Spesial
PEMIMPIN REDAKSI - WAHYU - 082323884880 | MoreNews by AF themes.