
Oleh: Yuli Gagari
Teropongindonesianews.com , Assesmen dalam suatu institusi pendidikan merupakan sebuah alat untuk memfasilitasi peningkatan hasil belajar. Oleh karena itu, assessmen sangat perlu dilakukan agar dapat mengukur pemahaman belajar siswa, mengetahui kesulitan yang dialami siswa, dan dapat meningkatkan motivasi belajar.
Demikian juga yang dilakukan oleh satuan pendidikan SMP Negeri 3 Nangaroro, yang berlokasi di Desa Woewutu Kecamatan Nangaroro Kabupaten Nagekeo,
Assesmen adalah hal yang sangat krusial. Sehingga program baru yang dirilis Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Assesmen Bakat dan Minat (ABM) mendapat respon yang sangat baik.
Dalam rangka pelaksanaan pelayanan asesmen pendidikan, Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik), Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Kemdikbudristek, mengadakan kegiatan Asesmen Bakat dan Minat (ABM) berbasis komputer (Computerized Based Test – CBT) untuk siswa kelas IX di Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs).
Pelaksanaan layanan ABM di satuan pendidikan bertujuan untuk memperoleh gambaran kemampuan siswa pada bidang-bidang khusus serta minat siswa berdasarkan ketertarikannya pada suatu jenis kegiatan atau pekerjaan tertentu.
Walaupun masih ada kekurangan karena ketiadaan jaringan internet di sekolah, namun pelaksanaan secara moda online tidak mematahkan semangat para guru dan siswa untuk terus maju. ABM dilaksanakan dengan lancar pada hari Senin, tanggal 19 sampai dengan Rabu 21 Februari 2024, di ruang kelas VII A. Peserta ABM berjumlah 51 orang. Sumber daya yang digunakan adalah Chromebook, serta dibantu dengan beberapa laptop. Silverius Ma Keo, S.Ag selaku Kepala sekolah menguraikan bahwa ABM kali ini sedikit dipermudah dengan lancarnya akses jaringan internet, dan ini tentu berbeda dengan tahun 2023 yang lalu sekolah menyelenggarakan Assesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) di sekolah lain. sehingga ABM terlaksana dengan lancar.
Dia berharap penyelenggaraan assesmen kedepannya lebih mantap lagi. ”Kalau memang jaringan Telkomsel kita tidak ada sama sekali, kita coba jaringan lain. Karena menurut beberapa rekan guru jaringan internet dari operator lain seperti Indosat dan XL dapat di akses. Maka hal ini harus kita coba agar ABM atau ANBK kita tidak membuang biaya banyak untuk keluar dari lingkungan sekolah.” Ujarnya.
Lancarnya Assesmen kali ini juga tidak terlepas dari Panitia ABM yang bekerja sangat aktif dan teliti.Kendala seperti ketiadaan jaringan internet memang masih menjadi hal yang sangat emergency, bagaimana tidak, jaman sekarang kita dituntut untuk mengirimkan data siswa dan pendidik secara online, assesmen online serta kegiatan lain. Sehingga Silvester sangat berharap agar pemerintah bisa mengambil sikap untuk bisa memenuhi kebutuhan yang satu ini. Dimana pihak sekolah tidak dirugikan akan tetapi diuntungkan karena melaksanakan kegiatan dengan mudah dan cepat.
ABM berbeda dari tes prestasi yang mengukur akademik karena tidak berdasar pada silabus mata pelajaran tertentu sehingga jawaban siswa lebih kepada menguji ketajaman nalar.
Untuk pengembangan soal ABM lebih terkalibrasi dalam artian bahwa pengukuran lebih akurat dan konsisten karena hasil assesmen yang berbeda akan dapat dibanbandingkan.
Asesmen Bakat dan Minat ini terdiri dari 2 (dua) bagian.
Bagian pertama adalah asesmen bakat dan bagian kedua adalah asesmen minat.
Asesmen bakat terdiri dari 140 butir soal dengan waktu pengerjaan 120 menit,Terdapat 7 subtes yang memiliki alokasi waktu pengerjaan masing-masing. Subtes tersebut adalah verbal, kuantitatif, penalaran, figural, mekanikal, penggunaan bahasa, dan klerikal.
Asesmen minat dengan jumlah soal 108 butir dan waktu pengerjaan 30 menit. Di antara asesmen bakat dan asesmen minat terdapat waktu jeda/istirahat selama 3 menit. Itulah sebabnya ABM sangat perlu dilakukan oleh setiap satuan pendidikan.
ABM diharapkan dapat menempatkan siswa pada bidang keahlian yang tepat sehingga menimbulkan motivasi dan kenyamanan dalam proses pembelajaran. Aspek yang diukur dalam Asesmen Bakat terdiri atas kemampuan verbal, kuantitatif, penalaran, spasial, mekanik, klerikal, dan penggunaan bahasa serta dilengkapi dengan Asesmen Minat.
Dengan bentuk assesmen seperti ini diharapkan dapat menggunggah para pendidik agar lebih memaknai jenis assesmen yang satu ini yang tak kalah penting berpengaruh pada perkembangan siswa dikemudian hari.
***









