
Teropongindonesianews.com
Lampung – Keberadaan pedagang kaki lima (PKL) dan oknum “Pak Ogah” di pintu masuk Tol Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah, di ruas Bakauheni-Terbanggi Besar (Bakter) Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), dikeluhkan oleh sejumlah pengguna jalan.
Para PKL yang menjajakan makanan dan minuman di area pintu tol dinilai mengganggu aktivitas pengendara yang hendak memasuki tol ,Selain itu, indikasi dugaan pungutan liar (pungli) oleh oknum Pak Ogah semakin memperparah kondisi tersebut.
Keberadaan PKL dan Pak Ogah yang diduga dibiarkan oleh pihak pengelola jalan tol menimbulkan keresahan dan ketidaknyamanan bagi pengguna jalan.

Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa kendaraan yang terparkir di bahu jalan untuk membeli makanan atau minuman dari PKL mengurangi ruang jalan dan mengganggu arus lalu lintas. Hal ini tidak hanya menimbulkan ketidaknyamanan bagi para pengendara, tetapi juga bagi para PKL itu sendiri.
“Sangat mengganggu sih tidak, lebih tepatnya tidak nyaman dengan adanya pedagang dan pak ogah. Kendaraan yang sedang membeli minuman terparkir di bahu jalan, membuat jalan menjadi sempit,” keluh salah satu pengguna Jalan Tol asal Kota Bumi yang enggan disebutkan namanya (9/1/2025).
Ia berharap adanya penertiban dari pihak pengelola jalan tol untuk menciptakan suasana yang tertib dan menjamin kenyamanan bagi pengguna jalan.
EGI








