
Teropongindonesianews.com
PASURUAN – Suasana persiapan karnaval di Dusun Putuk, Nongkojajar, dan wilayah Tutur, Wonosari, Pasuruan, diwarnai keresahan warga akibat praktik penarikan biaya parkir yang diduga liar dan meresahkan. Kejadian ini memicu reaksi keras dari warga setempat, bahkan salah satu warga Dusun Putuk dilaporkan telah meminta maaf kepada publik atas nama warga dusunnya.
Sumber terpercaya di Dusun Putuk menyebutkan bahwa warga setempat sebenarnya tidak merasa bertanggung jawab atas adanya oknum penarik parkir tersebut. “Warga Dusun Putuk masih mampu untuk membayar sewa sound horeg tanpa harus mengambil uang dari parkiran,” ungkap seorang warga yang enggan disebutkan namanya. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa praktik penarikan parkir tersebut dilakukan oleh pihak luar yang mungkin memanfaatkan momentum karnaval.
Fenomena serupa juga dilaporkan terjadi di wilayah Tutur, Wonosari. Pengunjung yang datang ke acara tersebut juga dipungut biaya parkir. Situasi ini menimbulkan pertanyaan mengenai legalitas dan sumber daya yang digunakan untuk kegiatan karnaval, mengingat warga setempat merasa tidak pernah mengundang pihak penarik parkir tersebut.
Para warga yang merasa dirugikan menyayangkan belum adanya tindakan tegas dari aparat penegak hukum (APH) setempat. Seharusnya, kata mereka, sudah ada teguran dari APH terkait praktik ini. Namun, hingga berita ini diturunkan, praktik tersebut seolah dibiarkan berlanjut.
Keresahan warga memuncak ketika beberapa warga terpaksa meminta maaf kepada setiap pengunjung atas pungutan parkir yang mereka terima. Tindakan ini semakin menguatkan dugaan bahwa warga setempat bukanlah pihak yang mengorganisir penarikan parkir liar tersebut, melainkan menjadi korban dari keadaan yang merugikan nama baik dusun mereka.
Kejadian ini diharapkan menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah dan pihak berwenang agar dapat menertibkan praktik parkir liar, serta memberikan kejelasan mengenai siapa yang bertanggung jawab atas penarikan biaya parkir di acara-acara publik seperti karnaval, demi kenyamanan dan ketertiban masyarakat.
Ir/Kabiro








