
Teropongindonesianews.com
Senin, 02 Oktober 2023, salah seorang anggota Badan Intelijen Nasional (BIN) datang bersama seorang wartawan mengunjungi Panti Rehabilitasi Penyandang Cacat Santa Dymphna Maumere Yayasan Bina Daya St. Vinsensius Cabang Sikka (YASBIDA). Setelah berada di komunitas ODGJ Panti Santa Dymphna dan menemui Pimpinan Panti Sr. Lucia, CIJ dan stafnya, salah satu anggota BIN tesebut mengakui bahwa sudah kurang lebih dua tahun bertugas di Kabupaten Sikka. Dan ia sering melewati jalan raya depan panti. Tapi dia tidak menyangka bahwa Sr. Lucia, CIJ dan Panti Santa Dymphna berlokasi di samping Leppo Bispu dan merawat begitu banyak ODGJ. “Saya tahu panti ini dan Ibu Sr. Lucia, CIJ lewat youtube panti ini. Ada satu lagu yang cukup viral dalam youtube itu yaitu lagu “Kasih Tak Tertakar” untuk Presiden Jokowi. Kami dari BIN mengetahui dan mengikuti perkembangan itu. Kami sangat mengapresiasi itu. Karena seorang biarawati, tokoh agama, selain sebagai warga Negara memiliki cara tersendri memberikan apresiasi terhadap kerja-kerja pemerintah, presidennya selain memiliki sudut pandang tersendiri terhadap kepribadian dan kepemimpinan Presiden Jokowi. Saya akan berkomunikasi dan berkoordinasi dengan BUMN yang ada di Sikka ini atau pihak/lembaga lain”, demikian pak Gilang, anggota BIN yang berasal dari Solo Jawa Tengah tersebut.

Dalam suasana penuh keakraban dan persaudaraan, dia menanyakan tantangan dan kesulitan serta usaha-usaha yang dilakukan lembaga. Selanjutnya, dia juga menanyakan bagaimana dukungan BUMN dan Pemerintah Daerah. Suster Lucia, CIJ, Pimpinan Panti-YASBIDA menjelaskan bahwa tantangan dan kesulitan dalam melaksanakan karya pelayanan terhadap ODGJ dengan jumlah yang relative banyak bukan berat dan sulit tapi sangat berat dan sangat sulit. “Mengahadapi dan menghidupan ratusan ODGJ, bukan hanya berat dan sulit tapi sangat-sangat berat dan sangat-sangat sulit. Selain kesabaran kita diuji karena harus menghadapi karakteristik dari setiap ODGJ dengan berbagai macam tiap gangguannya tapi juga bagaimana menenuhi kebutuhan dasar mereka yang sangat mahal. Setiap hari Senin kami harus keluarkan jutaan bahkan puluhan juta uang untuk belanja kebutuhan selama sepekan. Belum lagi kita harus memikirkan dan memenuhi upah/gaji bagi pegawai, perawat, tenaga psikologi, karywan dan karyawati. Karena itu tentu kita membutuhkan uang ratusan juta rupiah setiap bulan”, demikian Pimpina Panti.
“Kami juga memiliki usaha-usaha produktif untuk menopang pelayanan terhadap ODGI di panti ini, seperti berkebun, beternak babi, buka kantin/warung, jual buku seri mutiara, jual kalender panti, jual kopi panti, jual nasi bungkus, keripik dan lain-lain. Tapi kebutuhan kami banyak dan besar. Karena itu kami berterima kasih kepada Badan Intelijen Negara (BIN) yang telah datang melihat kami, membantu kami. Tentu ini luar biasa dan merupakan berkah, jalan yang ditunjukkan Tuhan. Titip salam kami untuk Direktur BIN dan Bapak Presiden Jokowi”, lanjut Sr. Lucia, CIJ yang sudah mengabdikan diri untuk komunitas ODGJ di Panti Santa Dymphna Maumere Flores sejak tahun 2003.

Anggota BIN dan salah seorang wartawan tersebut juga hadir bersama Suster Lucia, CIJ, staf panti dan ada bersama ODGJ saat makan siang di pelataran panti. Namun sebelum mereka makan siang, anggota BIN tersebut diperkenalkan kepada ODGJ oleh Koordinator Program dan disambut dengan tepukan tangan meriah. Koordinator program menegaskan bahwa BIN adalah mata dan telinganya Negara dan Presiden dan mereka yang ada di panti ini adalah warga Negara yang harus mendapatkan perhatian dan didengar oleh Negara, oleh Presiden.

“Kita hari ini kedatangan tamu agung yang spesial, yaitu salah satu anggota Badan Inteligen Negara (BIN). Itu artinya, mata dan telinganya Negara, atau mata dan telingganya Presiden Jokowi telah hadir dan ada di antara kita. Dia sudah dengar apa yang kita katakan dan dia sudah lihat kita semua, kamu semua. Dia sudah sejenak mengalami langsung suasana dan situasi komunitas ODGJ Panti Santa Dymphna. Satu Pekerjaan Rumah (PR) yang kita titipkan adalah sampaikan apa yang dikeluhkan, apa yang dilihat dan apa yang didengar kepada Negara, kepada Presiden. Mereka ini juga adalah warga Negara Indonesia yang harus mendapatkan perhatian dan pelayanan dari Negara agar hak-hak dan kebutuhan mereka terpenuhi. Mereka adalah orang-orang yang diperintahkan oleh Konstitusi untuk dipelihara agar hak-haknya dilayani. “Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh Negara, demikian Konstitusi kita”, demikian Koordinator Program Panti/Yayasan yang adalah alumni IFTK Ledalero. Chans’t







