Polres Bengkulu Utara Tahan Kepala Desa Kota Lekat Mudik Terkait Kasus Korupsi Dana Desa

Teropongindonesianews.com

Bengkulu Utara – Polres Bengkulu Utara menahan Kepala Desa Kota Lekat Mudik, Nama samaran LA, terkait kasus dugaan korupsi dana desa tahun anggaran 2021. LA ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangka pada 10 November 2023.

Penahanan LA dilakukan selama 20 hari ke depan di Ruang penahanan polres Bengkulu Utara. Penahanan dilakukan berdasarkan Surat Perintah Penahanan Nomor: T-7/L.3.16/Fd.1/11/2023 tanggal 10 November 2023.

Kapolres Bengkulu Utara, , mengatakan bahwa LA diduga menyalahgunakan dana desa sebesar Rp290,349,442. Kerugian keuangan negara tersebut terdiri dari:

Rp287,362,890 dari dana desa yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, antara lain:Tidak dilakukannya pembelian running teks sebesar Rp.50,009,000Pembelian laptop yang dilakukan tidak pada tahun anggaran 2021 sebesar Rp16,000,900Kegiatan penyelenggaraan desa siaga kesehatan tidak dilaksanakan sebesar Rp19,600,000Selisih biaya pembangunan rehab buka badan jalan sebesar Rp161,782,560 Selisih pembelian bibit karet sebesar Rp80,050,000Tidak dilakukannya item kegiatan peningkatan musdes sebesar Rp4,929,800 Rp 2,986,752 dari pajak tahun anggaran 2021 yang sudah dipotong tetapi belum disetor

menjelaskan bahwa LA menggunakan dana desa tersebut untuk kepentingan pribadi, antara lain untuk membeli sepeda motor, membayar kredit sepeda motor.

“Tersangka tidak dapat mempertanggung jawabkan penggunaan dana desa tersebut. Tersangka menyalah gunakan dana desa tersebut untuk kepentingan pribadinya,” kata

menegaskan bahwa Polres Bengkulu Utara akan terus menindak tegas pelaku korupsi, termasuk kepala desa. Ia mengimbau kepada seluruh kepala desa agar menggunakan dana desa secara akuntabel dan transparan.

TARMIZI

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *