
Teropongindonesianews.com
Jawa Timur – Budaya Ararokat menjadi sebuah tradisi masyarakat kabupaten situbondo dari batas ujung timur hingga ujung barat kabupaten itu sendiri.
Tradisi Ararokat Tang Bhumi yang di kembangkan oleh masyarakat kecamatan Asembagus sebagai salah satu warisan budaya yang sudah menjadi icon di tengah tengah masyarakat.
Masyarakat di 10 desa yang berada di wilayah kerja kecamatan Asembagus hampir seluruhnya mengenal budaya Rokatan atau Ararokat.
Budaya Ararokat ini yang di kemas oleh pemerintahan kecamatan Asembagus , untuk di kembangkan dalam kerangka budaya, agar masyarakat Asembagus khususnya para generasi masa kini hingga masa yang akan datang.

Tradisi Ararokat Tang Bhumi ini yang di angkat oleh Pemerintahan Kecamatan Asembagus untuk berpartisipasi dalam acara Situbondo Etnic Festival ( SEF ) 2024, yang ternyata masuk dalam salah satu nominasi dalam festival tersebut.
Menurut sesepuh seniman situbondo Hosnatun atau yang lebih akrab di panggil Pak Tutun ini mengatakan bahwa Ararokat Tang Bhumi ini mempunyai potensi dan berpeluang untuk menjadi sebuah Icon Budaya Ritus ( Ritual Khusus ) Kabupaten Situbondo.
Lebih lanjut Pak Tutun mengatakan bahwa kegiatan Ritual Rokatan atan Ararokat Tang Bhumi ini hampir seluruh masyarakat pedesaan yang berada di Kabupaten Situbondo mengenal dan menjadi salah satu kegiatan selametan, hajatan,Syukuran yang terjadi di tengah tengah masyarakat, yang saat ini sedikit demi sedikit mulai langka, jelas P.Tutun.
P.Tutun juga mengatakan bahwa kegiatan Rokatan atau Ararokat Tang Bhumi ini tidak untuk di Lombakan atau Festival yang sifatnya berkompetisi, namun lebih tepatnya pengenalan Yang bersifat Edukasi Budaya Kearifan Lokal kepada para anak didik dan masyarakat, karena kalau di lombakan itu, saya tidak menjamin para penilai atau Juri memahami konsep budaya yang bersifat sebuah Ritual, Apalagi masih terhitung orang orang muda dan akademisi, karena saya sering menjadi narasumber dan padepokan sanggar saya sering menjadi rujukan para akademisi untuk Repertoar mencari rujukan keilmuan terkait seni budaya apalagi Ritual Rokatan atau Ararokat Tang Bhumi, jelas P.Tutun.
Terkait SEF yang di gelar pemkab situbondo tahun 2024 yang bertema RITUS ( Ritual Khusus ), Pak Tutun mengatakan bahwa selama dirinya 40 tahun lebih berkesenian tari , Pak Tutun belum pernah menemukan konsep Tari Ritus.
Pewarta: GusTIN.
Editor: Santoso.







