
Teropongindonesianews.com
Ngada-Bajawa- Bertempat di Gereja Paroki St. Yosep Bajawa, pada Sabtu (15/10/2022) telah dirayakan Ekaristi Syukur 40 tahun Karya misi Ordo Carmelitarum Discalceatorum (OCD) atau Ordo Karmel Tak Berkasut) di Indonesia juga tahbisan diakon dari keempat frater OCD.
Perayaan syukur ini dipimpin oleh Mgr. Vincentius Sensi Potokota, Pr yang adalah Uskup Keuskupan Agung Ende bersama para imam diantaranya Pater Komisaris OCD Indonesia, Provinsial OCD India, Provinsial OCD Jepang, para misionaris yang pernah berkarya di Indonesia, serta para imam konselebran.

Dalam sambutannya, Pater Komisaris OCD Indonesia mengatakan, “Terima kasih kepada Bapak Uskup beserta keluarga besar karmel dan para biarawan-biarawati sekeuskupan Agung Ende yang telah merawat OCD sampai hari ini. Wajah OCD didominasi oleh wajah cinta Keuskupan Agung Ende.”
Lebih lanjut Pater Komisaris menambahkan, “Terima kasih pula kepada pihak pemerintah dan para guru, para penderma dan para penjasa, serta masyarakat Bajawa yang telah menyatu dengan OCD. Perayaan syukur ini merupakan pesta semua umat karena makan, minum, dan anggaran dari saku mereka.”
Pada tempat yang sama, Bapak Raymundus Bena, Wakil Bupati Ngada, yang mewakili PEMDA Kabupaten Ngada mengatakan, “Angka 40 tahun memiliki arti yang bisa kita ambil hikmahnya. Saya memaknai angka 40 ini sebagai waktu pengujian dan pemurnian atau periode pembangunan. Maka momen 40 tahun ini menjadi kesempatan untuk refleksi dan evaluasi dalam mencermati dan melihat identitas spiritualitas.”
Pada akhirnya, sebagai pamungkas, Mgr. Sensi dalam sambutannya menegaskan, “Sebagai Uskup Keuskupan Agung Ende dalam rasa sukacita saya mengajak para Romo OCD agar menjadi misionaris yang menggalakan spiritualitas kekristenan di keuskupan kita dengan karisma khususnya yakni peningkatan dan pendalaman spiritualitas.”
“Kita ini manusia yang hidup dan berjuang menjadi manusia yang bercorak keduniawian. Ini tidak salah, namun harus ada aspek lain yang mewarnai keduniawian dan kemanusiaan kita, maka para Romo OCD diundang untuk membantu semua orang dan para fungsionaris pastoral di keuskupan ini dengan menginjeksi, memvaksin spiritualitas yang masih kurang.”
Selepas perayaan Ekaristi, acara masih dilanjutkan lewat makan dan minum bersama umat. Umat terlihat begitu antusias dan bersemangat merayakan pesta syukur ini, yang diriingi dengan beberapa hiburan yang telah dipersiapkan oleh panitia.
Bapa Uskup beserta para imam dan biarawan-biarawati juga berkesempatan menyantap makanan yang disiapkan umat dari masing-masing Komunitas Umat Basis (KUB) dan serentak pula menyapa mereka secara lebih dekat.
Andreas Neke, KORWIL NTT






