
Teropongindonesianews.com
Ketapang-Marau, Sakramen Krisma adalah kelanjutan dari rangkaian Sakramen Baptis dan komuni pertama bagi umat Katolik. Sakramen baptis adalah inisisasi pertama dan pintu masuk ke dalam pintu rahmat, yaitu menandakan bahwa kita umat Katolik sah diterima menjadi anak-anak Allah. Komuni pertama adalah penerimaan pertama hosti suci, sedangkan sakramen krisma dilakukan dengan penumpangan tangan dan pengurapan minyak yang berarti kita sebagai anak Allah mengikutsertakan roh kudus di dalam pilihan-pilihan hidup kita atau disebut dengan ‘diskresi’.
Pada hari Kamis, 20 Oktober 2022, dengan didampingi para Pembina, sebanyak 64 orang sah menerimakan sakramen krisma di GOR Kenanga Stasi St. Lukas, Paroki Kanak-kanak Yesus Marau. Adapun sebanyak 64 orang adalah umat wilayah Markus yang terdiri dari umat di sembilan stasi terdekat dengan berbagai kategori usia, dewasa belum menikah, SMP, dan orangtua.

Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Mgr. Pius Riana Prapdi dan dilakukan secara konselebran oleh Romo kepala Paroki Kanak-kanak Yesus Marau, RD. F. X. Kurnia Yudatama, (Romo Koko), dan rekan pastor RD. Eduardus Banggut (Romo Edu), serta RD. Bernardinus Rusmanto (Romo Rusman).
Dalam kotbahnya, mgr. menyampaikan bahwa dalam ajaran katolik ada 7 sakramen yang dibagi kedalam tiga kelompok, yakni sakramen inisiasi (sakramen Baptis, Ekaristi dan Krisma), sakramen penyembuhan (sakramen tobat dan pengurapan orang sakit), dan sakramen persekutuan (sakramen perkawinan dan imamat). Lebih lanjut mgr. Menekankan agar dalam menerima sakramen-sakramen suci tersebut umat dituntut untuk menerimanya dengan penuh bahagia.

Bahagia adalah dimana kita hidup dipenuhi dengan roh Tuhan, tahu dan mau melakukan apa yang Tuhan mau kita kerjakan di hidup ini. Bahagia juga berarti keadaan dimana kita dikasihi oleh orang-orang yang tersayang di hidup kita, tetapi yang paling besar adalah dikasihi Tuhan. Seperti Tuhan telah memberikan yang terbaik untuk kita, sudah semestinya kitapun memberikan yang terbaik pula untuk Tuhan.
Seperti dalam Lukas 10: 27 Jawab orang itu: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”
0
Penerimaan Sakramen Krisma mengijinkan kita untuk diarahkan oleh Roh Kudus dalam setiap pilihan hidup dan mentaatiNya, bukan lagi melulu mengikuti keinginan diri semata. Mgr. Pius juga mengajak penerima sakramen krisma untuk mau bertransformasi, mau bersaksi dalam setiap panggilan hidup, dan membagikannya bagi saudara-saudara kita yang kecil, lemah, miskin, tersingkir, dan difable.⁰
Setelah mendengar kotbah dari mgr. Pius, dilanjutkan dengan memperbaharui janji baptis oleh penerima sakramen krisma, kemudian penerimaan perminyakan krisma satu per satu secara bergiliran. Perminyakan krisma dioleskan oleh mgr. Pius dengan memberi tanda salib di kening masing-masing penerima sakramen krisma. Proses penerimaan krisma dilakukan dengan teratur, hikmat, dan dengan tetap menjalankan ptotokol kesehatan.

Setelah rangkaian ibadat selesai, dilanjutkan dengan makan malam bersama rombongan bapak uskup dan para penerima sakramen krisma serta seluruh umat yang hadir.
Untuk diketahui, perayaan penerimaan sakramen krisma ini berlangsung di GOR Kenanga Estate yang merupakan milik perusahaan Sinarmas.

Kegiatan ini didukung penuh oleh management Sinarmas yang berada di region Ketapang 2. Rangkain prosesi penerimaan rombongan bapak uskup di sambut dengan tarian adat dayak yang dipersembahkan oleh umat Stasi tanjung batu, lalu dilanjutkan dengan simbolis penanam pohon sebagai bentuk kampanye menghijaukan alam. Perayaan Ekaristi dimulai pukul 15.30 wib. Perayaan penerimaan sakramen krisma berlangsung dengan tertib dan penuh kidmat.
Bung Aan





