
Teropongindonesianews.com
Pesawaran – Oknum Kepala Desa Bunut, Kecamatan Way Ratai diduga permainkan wartawan agar bisa tilep anggaran dana publikasi.
Tak tanggung tanggung, pemerintah daerah dikambinghitamkan untuk mengelak membayar dana kemitraan dengan nominal yang terkesan receh, sang kades sampai sebut Pemerintah Daerah (Pemda) Pesawaran tak bisa payroll ke rekening aparatur dan mengaku Habiskan anggaran tersebut untuk beli mobil ambulan.
DR inisial wartawan yang merasa ditipu oleh sang kades mengatakan, anggaran tersebut harusnya diterima oleh perusahaan Pers, terlebih antara sang oknum yang bernama Bayu Piska Mahendra dengan seorang wartawan telah menandatangani surat perjanjian kerjasama pada tanggal 06 Desember 2022 lalu.
“Saya dan pak Bayu (kades red) sudah tanda tangan surat kemitraan, janjinya cermin pertama mau dibayar, tapi pas saya tanya dibatalkan dengan banyak alasan”. Beber awak media tersebut Senin, (03/04/2023)
Sang Kades yang semula berjanji akan melunasi pembayaran pada saat pencairan ADD (Anggaran Dana Desa) alias pada bulan Maret 2023. Namun, saat pencairan oknum kades justru berdalih dan enggan membayar kerjasama tersebut dengan berbagai alasan yang pada intinya perjanjian tersebut dibatalkan secara sepihak.
“Semula dia kan janji, pas waktunya tiba saya tanya dua kali, jawaban nya berubah – ubah, ya intinya enggak mau bayar”. cetus DR
Dalam pesan melalui aplikasi WhatsaApp sang kades merespon DR yang menanyakan perihal pencairan sesuai janji Kades Bayu.
“Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatu infonya sih sudah bang, tapi Pemda onlinenya banyak yg harus di update, karena kalau gak di update tidak bisa melakukan payroll ke rek aparatur”. Kata sang kades dalam pesan WhatsaApp
Kemudian Bayu mengirim pesan berikutnya yang pada intinya adalah membatalkan kemitraan kerjasama.
“Waduh mohon maaf untuk tahun ini pemdes Bunut kosong kasnya bang…karena anggarannya sudah saya habiskan untuk melunasi ambulan bang”
“Kasihan warga saya bang, sudah bolak balik menanyakan ambulannya”. Kata Bayu Piska Mahendra
Patut diduga oknum Kepala Desa Bayu Mahendra selewengkan dana publikasi terlebih berkas MoU yang telah ditandatangai telah di rekap ke dalam daftar anggaran belanja desa tahun anggaran 2023.
Hingga kini belum ada konfirmasi lebih lanjut. (Redaksi)
Editor Pusat : Syayudie eL Ha









