
Teropongindonesianews.com
Bondowoso, Momen hari raya idul fitrih menjadi sebuah momen yang paling istimewa bagi umat muslim, selain dapat meluapkan wujud syukurnya kepada Allah SWT karena telah berhasil melaksanakan kewajiban berpuasa bulan romadhan, momen hari raya juga menjadi ajang saling silarurrahim dan saling memaafkan atas segala khilaf dan dosa. Pun demikian bagi Bupati Bondowoso KH. Salwa Arfin yang telah terbiasa dalam beberapa tahun terakhir memberikan cindera mata kepada para guru ngaji tradisional pada musolla dan langgar-langgar di kampung-kampung sekabupaten Bondowoso.
Bertempat di kediamannya secara simbolis Bupati Bondowoso ini memberikan cindera mata berupa sarung kepada 5.865 guru ngaji di kabupaten Bondowoso lewat organisasi yang menaunginya yaitu Persatuan Muallimil Qur’an Kabupten Bondowoso. Hadir pada kesempatan tersebut ketua Ust. Nasir Arifi, wakil ketua Misbahul Munir dan sekretaris ust. Firdausih. Bupati yang akrab dipanggil dengan panggilan kiai Salwa ini berpesan kepada pengurus untuk berusaha semaksimal mungkin agar data guru ngaji yang dimasukkan betul-betul falid dan yang bersangkutan masih aktif terlebih mulai tahun ini semua guru ngaji didaftarkan sebagai kepesertaan BPJS ketenaga Kerjaan agar data yang ada dan anggaran yang dikeluarkan benar-benar tersalurkan kepada peruntukannya. Jangan sampai terjadi *bukan guru ngaji terdaftar sebagai guru ngaji* disamping akan membuat kesenjangan sosial juga akan berdampak pada kerugian anggaran karena tersalurkan bukan pada tempatnya.imbuhnya.
Selain memberikan cindera mata beberapa waktu yang lalu Bupati Bondowoso pada peringatan Nuzulul Qur’an yang bertempat di paseban pendopo bupati juga menyerahkan secara simbolis Bantuan Operasional Sekolah (Bosda Madin) kepada pengurus FKDT Kabupaten sebesar 5 milyar lebih dan perlindungan jaminan sosial ketenaga kerjaan bagi guru ngaji sebesar 2 juta rupiah per guru ngaji serta bantuan paket sembako. (mr)







