
Terpongindonesianews.com
GARUT – Gorong-gorong Jalan Raya Tegalpanjang menuju ke kantor Kecamatan Sucinaraja Kabupaten Garut, kendatipun telah dibangun, namun hingga saat ini belum ditutupi aspal jalan. Sehingga tembok beton yang persegi penutup gorong-gorong itu menjadi pemicu kecelakaan kendaraan. Terutama kendaraan motor roda dua.
Realita itu sangat dikeluhkan oleh pengendara roda dua yang melintas gorong-gorong tersebut menjadi tidak nyaman melintasinya. Apalagi jika melintasinya pada malam hari, para pengendara motor roda dua riskan celaka. Maka dari itu para penerima manfaat jalan raya tersebut mengharapkan agar jalannya segera diaspal.
Berdasarkan keterangan dari sejumlah pengendara motor roda dua, atau pengendara mobil, mereka menginformasikan, gorong-gorong Jalan Raya Tegalpanjang di wilayah RW.17 dekat kantor Kecamatan Sucinaraja, sudah sekian bulan masih dibiarkan belum ada pengaspalan. Otomatis gara-gara dibangunnya gorong itu selain pengendara tidak nyaman dan miris melintasinya, juga pernah disaksikan ada pengendara yang sempat terjatuh. Terutama ketika warga mengemudi kendaraan motor roda dua, saat melintasi gorong-gorong tersebut.
Menurut pengakuan dari salahseorang warga yang selalu berlalu-lalang berkendaraan motor roda dua via gorong-gorong beton tersebut, Pengemudi itu menuturkan, gara-gara gorong-gorong itu dirinya jadi miris, terutama jika mengendarai motornya pada malam hari, khawatir terjadi kecelakaan.
Dituturkannya, pasalnya kecelakaan pada malam hari lintas gorong-gorong itu, di samping penyebabnya pinggir tutup gorong-gorong beton persegi memanjang kurang rapi dan kuat menutupnya, juga tidak ada lampu PJU, serta karena silaunya lampu kendaraan ketika berpapasan pas gorong-gorong tersebut. Akibatnya roda kendaraan itu menabrak pinggir tutup beton gorong-gorong yang ditutup tidak rapi, bukan memutar loncat naik ke atas, malah terhadang pinggir gorong-gorong, alhasil pengendaranya langsung terjungkal dan tersungkur.
“Gorong-gorong itu dibangun pada awal bulan Tahun 2023,” kata seorang warga di sekitar lokasi gorong-gorong itu yang tidak mau menyebutkan namanya, saat diwawancarai Awak Media ini, Selasa (30/06/2023).
Bahkan warga tersebut menyampaikan, ini proyek gorong-gorong termasuk gagal. Soalnya, proyek ini belum ditindak lanjuti dengan pengaspalan, hanya ditutupi alakadarnya kurang kekuatan, sehingga ketika terus ada gesekan ban mobil mengangkut beban berat, perlahan ambrol. Akibatnya terlihat pinggir beton gorong-gorong tidak lagi tertutup rapi. Tentunya kenyataan itu menjadi pemicu kecelakaan.
Selain itu, ungkapnya, ketika musim hujan deras, gorong-gorong itu bukan melancarkan air supaya mengalir, malah jadi penyebab banjir tumpah ke pemukiman warga.
Menjawab keluhan akibat gorong-gorong tersebut, Yayan dari PUPR Kabupaten Garut mengatakan, kegiatan pembangunan gorong-gorong itu hanya sebatas pembikinan bangunan gorong-gorong, jadi tidak satu paket dengan program pengaspalan.
“Untuk perbaikan atau pengaspalan pas bangunan gorong-gorong itu, paling menunggu program penambalan jalan. Karena untuk pembelian material pengaspalan tidak bisa dikecer cuma setengah dum truk,”ujarnya.
Mudah-mudahan saja,no ucapnya, anggaran pada tahun ini bisa diperbaikinya. Karena itu sudah menjadi sekala prioritas.
Pewarta : Ipey







