
Teropongindonesianews.com
Kegiatan kepramukaan akhir – akhir ini banyak diminati peserta didik. Kegiatan ini mampu membius mereka karena dapat memberikan kepuasan tersendiri.
Kegiatan yang satu ini memang termasuk salah satu kegiatan ekstrakurikuler kepanduan. Pramuka merupakan kegiatan pembentukan karakter dengan beberapa prinsip belajar soko guru yaitu belajar mengetahui (learning to know), belajar berbuat (learning to do), belajar hidup bersama dalam masyarakat (learning to live together) dan belajar untuk melayani (learning to serve).
Kegiatan pramuka memiliki hubungan erat dengan proyek penguatan profil pelajar pancasila (P5). Keduanya terletak pada dimensi profil Pancasila dan Dasa Dharma Pramuka (Mengurai Miskonsepsi Pramuka Dalam Kurikulum Mredeka; Etty Yusrika Fitri, M.Pd) Dimensi pertama P5 merupakan fundasi awal karakter sedangkan pramuka nilai ketuhanan terletak pada Darma pramuka.
Benang merah proyek penguatan profil pelajar pancasila dengan pramuka terletak pada relevansinya dalam lagu “Kami pramuka Indonesia, manusia pancasila…” sehingga sangat penting untuk diterapkan di sekolah dalam kerangka mencerdaskan anak bangsa dan menumbuhkan jiwa pancasila.

Seperti halnya dengan peserta didik SMP Negeri 3 Nangaroro yang baru – baru ini melakukan kegiatan kepramukaan yang langsung dipimpin oleh Kakak Yeremias Buku Mai, Kakak Yuli Gagari dan Kakak Romoaldus Meo.
Kegiatan ini berlangsung selama 2 hari yakni tanggal 2 dan 3 Juni 2023 berlokasi di halaman sekolah tersebut. Kegiatan di awali dengan apel pembukaan latihan pasukan penggalang yang langsung dipimpin oleh Kamabigus Silverius Ma Keo.
Dalam amanatnya beliau menekankan pentingnya kegiatan ini dilakukan sebagai persiapan untuk kegiatan Camping di tahun mendatang dan sekaligus membentuk karakter siswa lebih baik.
Adapun tujuan lainnya adalah untuk membekali diri peserta didik dengan materi – materi penting kepramukaan yang dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat seperti perkemahan dan saat ada bencana.
“Harapan saya juga agar kegiatan ini tetap berlanjut, untuk melatih diri kalian menjadi insan yang berani bertanggung jwaab, terampil, cerdas dan berkarakter pancasila, saling tolong menolong dan cinta alam seperti yang diamanatakan dalam Dasa Dharma Pramuka.” Tegasnya lagi.
Materi yang diberikan kepada peserta didik adalah, pengenalan bendera Semaphore, Pionering, sandi kotak 1, Sandi kotak 2, sandi kotak 3, sandi angka, sandi and, sandi benda, sandi MN, peragaan perkemahan, latihan upacara pembukaan dan penutupan dengan menggunakan tongkat, hal – hal teknis dalam penjelajahan serta peraturan baris berbaris.
Antusias peserta didik sangat luar biasa, ini dibuktikan saat mereka dibagi dalam beberapa regu dan oleh kakak pembina mereka diminta untuk membuat yel – yel.
Penampilan sungguh luar biasa. Kakak Yeremias Buku Mai atau yang akrab di sapa Jimi mengatakan bahwa ternyata begitu banyak potensi yang dimiliki peserta didik.
Dari beberapa materi yang diberikan mereka terlihat sangat cepat mengerti dan menangkap maksud yang disampaikan. Diapun berpesan agar kegiatan pramuka jangan pernah diabaikan.
Sementara itu, Andini dan Febi yang sangat aktif selama kegiatan mengatakan bahwa mereka memiliki kerinduan untuk Camping sehingga materi ini lebih bermakna. Dan dalam kegiatan tersebut, kami sangat senang karena diberi kesempatan untuk berkreatifitas.
Jika kita menilik dalam peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 63 Tahun 2014 tentang pendidikan Kepramukaan sebagai ekstrakurikuler wajib pada pendidikan dasar dan menengah, disebutkan bahwa kepramukaan adalah proses pendidikan diluar lingkungan sekolah dan diluar lingkungan keluarga.
Kegiatan dalam kegiatan kepramukaan biasanya disajikan secara menarik, menyenangkan, sehat, teratur, terarah, dan praktis.
Sehingga dengan dasar hukum ini, lembaga pendidikan menetapkan program tersebut sebagai program unggulan disekolah tentunya dengan kekuatan anggaran yang ada agar bakat, minat dan semua potensi yang ada pada anak dapat tersalurkan dengan baik.
Pewarta: YULI GAGARI. Editor: Santoso.





