
Teropongindonesianews.com
Banyuwangi, – Elpiji 3 kilogram mulai dikeluhkan langka di Banyuwangi. Para pemilik warung makan merasakan sulitnya mendapatkan gas bersubsidi tersebut. Selain langka, harga elpiji 3 kilogram juga melejit. Pembelian diwajibkan menggunakan KTP.
Kelangkaan elpiji 3 kilogram sudah terjadi sejak beberapa hari terakhir. Penyebabnya masih misterius. Sejumlah pemilik warung dan usaha gorengan mendadak kebingungan mencari pasokan elpiji. Sebab, sejumlah toko sudah kehabisan stok.
“Saya merasakan kelangkaan sejak Senin lalu. Saat mau membeli, pasokan tidak ada. Banyak toko kehabisan stok,” kata Addus ( 43 ), pemilik warung makan dan gorengan di Desa Alasbuluh kecamatan wongsorejo Banyuwangi Kelurahan Kamis 15/6/2023
Harga elpiji juga mendadak naik, dari Rp17.000 menjadi Rp18.000 per tabung. Bahkan, ada yang menjual hingga Rp19.000 per tabung. Yang mengagetkan, pembelian diwajibkan membawa fotokopi KTP, jika tidak membawa dipastikan tidak akan dilayani.
Hal ini dibenarkan oleh pemilik pangkalan Gas LPG 3 kg Hasan Basri Dari Desa Wongsorejo kecamatan wongsorejo Banyuwangi toko yang jualan elpiji, pasokan dari Pertamina kurang dan terlambat
Masih Abbas dari Pertamina bilang kalau keterlambatan dan kelangkaan penyaluran ini secara nasional,yang bersamaan libur nasional tegas Abbas
Pihaknya berharap, kelangkaan elpiji bersubsidi ini segera berakhir. Sebab, elpiji 3 kilogram sangat dibutuhkan masyarakat kecil.
Apalagi, bagi pedagang warung kecil seperti Pedagang gorengan dan ibu rumahtangga merasa terbebani dengan kelangkaan gas LPG di wilayah kecamatan wongsorejo Banyuwangi
juga tak berani menaikkan harga makanan seiring naiknya elpiji ini. Alasannya, menaikkan harga makanan dikhawatirkan mengurangi penjualan.
“Sementara ini, kita pasrah saja. Semoga segera normal lagi,” tutupnya.
Pewarta: Kur. Editor: Santoso.





