
Teropongindonesianews.com
Oleh
Dionisius Ngeta
“Per Mariam Ad Jesum” (Kepada Yesus Dengan Perantaraan Maria) demikian tema Konser Musik Rohani yang diusung oleh Pimpinan Lembaga Aura Music Course Heribertus Putra Ama Doni bersama orang tua anak-anak peserta kursus pada pertemuan pemantapan, Senin, 05/06/2023 di kantor P4TKI, Jl. Soekarno-Hatta Maumere Flores NTT. Pimpinan lembaga bersama orangtua akhirnya menyepakati diusungnya tema konser musik rohani tersebut. Konser musik yang akan menampilkan kepiawaian para organis cilik dari Aura Musik Course dan Paduan Suara OMK Paroki St. Maria Magdalena Nangahure dipastikan digelar di Gedung/Aula Sikka Convention Centre (SCC), 28 Juni 2023.

Tema “Per Mariam Ad” Jesum diangkat sebagai sebuah persembahan khusus kepada Bunda Perawan Maria. Ide Konser Musik tersebut ditemukan pada bulan Mei yang nota bene adalah Bulan Devosi khusus kepada Bunda Maria bagi umat Katolik selain bulan Oktober. Lebih dari itu digarisbawahi bahwa tema itu diangkat agar keutamaan-keutamaan yang dihidupi Bunda Maria dalam menanggapi tawaran pengambilan bagian dalam rencana Allah menyelamatkan manusia dapat dihayati oleh anak-anak dalam mengikuti kursus dan mengembangkan bakatnya.
Aura atau keutamaan yang paling menonjol dalam kehidupan Bunda Maria sejak awal menanggapi tawaran Allah adalah kesetian, ketaatan, ketekunan dan kerendahan hati. Keutamaan-keutamaan itu adalah aura yang dijadikan panutan putera-puterinya (umat katolik). Dia nyatakan “kekecilannya”/kerendahan hatinya sebagai hamba dan memasrahkan segala hal yang mungkin terjadi pada dirinya sesuai dengan rencana dan kehendak Tuhan di hadapan Malaikat Gabriel; “Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataanMu”.

Keutamaan kesetiaan dan ketaatan Bunda Maria bahkan disandingkan dengan ketaatan bapak Abraham, sebagai bapak umat beriman. Abraham dikenal sebagai sosok yang setia dan taat pada Allah dalam Perjanjian Lama. Sedangkan Bunda Maria dikenal sebagai tokoh teladan kerendahan hati, kesetiaan dan ketaatan dalam Perjanjian Baru sehingga ia dihormati.
Namun penghormatan terhadap Bunda Maria tidak terlepas dari penghormatan kepada Yesus Kristus. Kita menuju Yesus melalui Bunda Maria. Seluruh gelar dan kehormatan Maria diberikan Allah adalah demi kehormatan Yesus Kristus Putera-Nya. Penghormatan itu selalu berada di bawah penghormatan kepada Kristus. Dasar penghormatan kepada Bunda Maria adalah karena perannya sebagai Bunda Allah. Sebagai Bunda Allah Maria dikuduskan Allah dan mengambil peran istimewa dalam keseluruhan rencana dan karya keselamatan yang dilakukan Allah.
Kardinal Newman mengatakan “the Glories of Mary are for the sake of her Son” (Cardinal Newman, Sermon, 1849). Artinya apapun gelar dan penghormatan kepada Bunda Maria selalu berada di bawah Puteranya, Yesus Kristus. Ini juga berarti bahwa semua penghormatan dan gelar yang diberikan kepada Maria, senantiasa berakar pada hubungannya yang begitiu istimewa dengan Tritunggal Maha Kudus: Bapa, Putera dan Roh Kudus. Bunda Maria menjadi puteri Allah Bapa, Bunda Allah Putera dan mempelai Roh Kudus.

Sebagai Puteri Allah Bapa, Bunda Maria senantiasa taat dan senantiasa melaksanakan kehendak Allah Bapa dalam seluruh hidupnya. Sebagai puteri Allah Bapa, Maria menunjukkan ketaatannya untuk bekerja sama dengan Allah dalam karya keselamatan. Sebagai Bunda Allah Putera, Maria berpartisipasi dalam karya penyelamatan manusia dan senantiasa membawa seluruh umat Allah kepada Puteranya. Dan sebagai mempelai Allah Roh Kudus, Maria menjadi sosok yang kudus dan tak bercela.

Kesetiaan dan ketaatan imannya berpartisipasi dalam karya penyelamatan manusia tak pernah luntur sampai di kaki Salib Kristus. Ketaatan imannya itu mendorong kita sebagai putra-putrinya untuk belajar setia dan taat sampai akhir, bahkan ketika ‘tidak ada dasar untuk berharap’ (lih. Rom 4:18). Kesetiaan dan ketaaatan Bunda Maria ini mencakup kesetiaan dan ketaatan mendengarkan Sabda Tuhan dan melaksanakannya dalam praksis kehidupan (lih. Luk 8:21).
Sebagai sebuah lembaga, Aura Music Course tentu memiliki aura dan spirit tersendiri sebagai pembeda dengan yang lain. Lembaga ini tidak hanya memiliki ketenagaan yang mumpuni (trampil, berbakat dan mampu) dalam mengembangkan bakat dan minat anak-anak peserta kursus. Juga tidak hanya memiliki legalitas formal, sarana prasarana dan fasilitas kelembagaan. Filosofi kesetiaan, ketekunan dan kerendahan hati adalah aura keutamaan yang tentunya dihidupi sebagaimana Bunda Maria dalam mendampingi anak-anak dan terus ditanamkan pada diri anak-anak peserta kursus dalam mendampingi mereka. “Anak-anak kita ini bisa menjadi hebat ke depan. Paling kurang bisa berguna bagi kepentingan banyak orang. Tapi kuncinya adalah kesetiaan, ketaatan dan ketekunan dalam berlatih dan tetap rendah hati seperti Bunda Maria”, demikian Pak Yanuarius Yoseph Siga, salah satu staf Aura Music Course yang sedang selesaikan studi filsafatnya di IFTK Ledalero.
Para pendamping Aura Music Course sungguh sadar bahwa kesetiaan, ketaatan, ketekunan dan kerendahan hati adalah keutamaan yang mesti menjadi bagian dari kehidupan anak-anak dalam mengikuti latihan dan mengembangkan bakat-minat mereka. Menghidupi keutamaan itu merupakan garansi/jaminan bagi mereka menjadi orang yang trampil dan terus berkembang dalam memainkan alat musik itu. Kesetiaan berlatih sesuai jadwal, ketekunan mempelajari teori-teori berkaitan dengan musik dan kerendahan hati untuk terus-menerus belajar merupakan kunci keberhasilan menjadi pribadi yang berguna bagi kemuliaan Tuhan dan kepentingan masyarakat dan tanah air. “Pro Deo et Patria”, demikian spirit Aura Music Course.
Sebagaimana Bunda Maria, para pendamping/pembimbing menyadari diri bahwa mereka hanyalah alat yang dipakai Tuhan untuk menenun dan mengembangkan bakat dan talenta yang diberikan Tuhan kepada anak-anak. Memberi atau memungkin ruang dan waktu bagi anak-anak untuk terus meningkatkan kemampuan dan kepercayaan diri mereka adalah komitmen mereka seperti memberi ruang dan waktu bagi anak-anak untuk melayani liturgy di paroki atau menciptakan avent tertentu yang lebih menantang semisal Konser Musik.
Bakat dan kemampuan yang dimiliki adalah milik Tuhan dan dipersembahkan untuk kemuliaan Tuhan dan kepentingan banyak orang, kepentingan gereja dan masyarakat. Begitu juga kemampuan, bakat dan talenta yang dimiliki oleh anak-anak peserta kursus di Aura Music Course. “Lembaga ini, para pembimbing dan orangtua hanyalah media, alat yang dipakai Tuhan seperti Bunda Maria untuk ambil bagian dalam usaha pengembangan bakat, minat, kemampuan dan ketrampilan yang dianugerahkan Tuhan agar lebih berguna bagi kepentingan banyak orang, bagi negara, gereja dan demi kemuliaan Tuhan, sesuai dengan spirit lembaga yaitu Pro Deo Et Patria. Bakat-minat dan kepercayaan diri anak-anak yang dipercayakan orangtua senantiasa terus ditingkatkan jika mereka selalu diberi ruang dan kesempatan bermain musik pada even-even yang lebih menantang nyali sehingga mereka lebih percaya diri dan bermanfaat bagi kepentingan banyak orang”, demikian orangtua dari anak Tista Ledian Ngeta, salah satu anak peserta kursus di Aura Music Course.
Dengan spirit Pro Deo et Patria dan menanamkan keutamaan-keutamaan seperti kesetiaan, ketaatan, ketekunan dan kerendahan hati, lembaga ini yakin bahwa anak-anak akan senantiasa disadarkan bahwa bakat dan minat yang diperoleh adalah hadiah cuma-cuma oleh Tuhan dan mereka terpanggil untuk terus kembangkannya demi kemuliaanNya (pro Deo) dan kepentingan masyarakat (et Patria).
Peningkatan ketrampilan dan pengetahuan dalam dunia musik dalam diri anak-anak tidak datang dengan sendirinya tetapi membutuhkan kesetian dan ketekunan baik dari lembaga (para pembimbing/pelatih di tempat kursus), orang tua (mendampingi mereka di rumah) dan teristimewa dari anak-anak peserta kursus. Kehebatan seseorang dalam bidang apa saja tidak serta merta datang dengan sendirinya tapi lahir dari kesetiaan, ketekunan dan kerendahan hati untuk terus belajar sepanjang hidup.
Rahmat, berkah dan rencana Allah hanya bisa mengalir kepada orang-orang yang memiliki kerendahan hati untuk terus bertekun, taat dan setia dalam belajar dan mengembangkan bakat, minat dan kemampuan yang sudah dianugerahkan Tuhan sepanjang hidupnya sebagaimana Bunda Maria. Dengan demikian seseorang akan menjadi pribadi yang berguna bukan hanya bagi tanah air, masyarakat, gereja, nusa dan bangsa tapi juga demi kemuliaan Tuhan. Per Mariam Ad Jesum, Pro Deo Et Patria.







