
Teropongindonesianews.com
Situbondo – Senin 30/5/2022, Moment hari Kabangkitan Nasional di jadikan moment yang sangat special untuk membangkitkan kembali geliat kehidupan masyarakat khususnya bangsa Indonesia dalam memulihkan kondisi ekonomi sosial budaya serta kesehatan, setelah sekian tahun berjibaku berperang melawan Pandemi Covid 19.

Seperti halnya yang di lakukan oleh komunitas Jeeppers dengan Modal Sosial mandiri yang peduli dengan kondisi bangsa , dengan menggelar Tour keliling, Jawa timur dengan tema kali ini, ROAD TO EAST JAVA COAST 2022 pada tanggal 23- 29 Mei 2022, yang lalu.
Menurut Ibu Linda Indrawati, Spd, Koordinator kabupaten Situbondo yang sekaligus Sekretaris Jeepper C4x4 Situbondo, yang di sampaikan kepada Biro Teropong Indonesia News (TIN ) Situbondo, bahwa acara ini di gelar dalam menyambut Hari Kebangkitan Nasional, Kebangkitan berkarya, Kebangkitan ekonomi kreatif, Kebangkitan pariwisata, Kebangkitan peduli proses, Kebangkitan untuk lebih mencintai NKRI, dengan Tour keliling menyisir pantai pantai di Ring Jatim, ungkap Linda Indrawati.

Pada saat di tanya soal di masukkan nya Makan Nasi Sodu di pantai Bama, dalam Rundown Acara Road To East Java Coast 2022, oleh Biro TIN Situbondo,
B.Linda Indrawati, Spd mengatakan bahwa salah satu tujuan di gelarnya acara tersebut adalah membangkitkan ekonomi kreatif, pariwisata dan budaya, dan menurut saya sebagai orang Situbondo, bahwa Nasi Sodu adalah bagian dari ekonomi kreatif dan Icon Pariwisata Kuliner Kabupaten Situbondo yang berasal dari Asembagus dan cukup terkenal di kalangan komunitas baik dari media sosial maupun referensi, seperti halnya Nasi Sodu nya mas Agus sodu.

Di singgung mengapa harus Nasi Sodu nya Pondok Dapur Sodu (agussodu), Bu Linda mengatakan bahwa bahwa saya sudah membuktikan sendiri kenikmatan Nasi Sodu nya Pondok Dapur Sodu (agussodu), makanya saya berani mereferensikan kepada temen, kolega dan komunitas Jeeppers kami, dan terbukti bahwa temen temen kami di komunitas Jeeppers ini merasa sangat puas dan betul betul menikmat makan Nasi Sodu di pantai Bama yang di tonton oleh kawanan para monyet, karena kami harus makan di sebuah ruangan khusus yang di Pagari oleh kawat, untuk menghindari serangan monyet ketika kita makan. Lebih suka lagi temen temen Jeeppers, terhadap Kemasan Nasi Sodu yang di pecking menggunakan Kotak besek yang sangat ramah lingkungan dan bisa di bawa pulang sebagai kenangan, tandas Bu.Linda Indrawati, Spd sambil mengacungkan jempolnya terhadap Pondok Dapur Sodu yang sudah melestarikan warisan budaya leluhur Nasi Sodu..
(BiroTIN Situbondo)






