
Teropongindonesianews.com
Humbahas – Tahun 2023 – 2024 mendatang merupakan ruang waktu pergolakan politik dari tingkat PILPRES, DPR RI, DPRD Prov, DPRD Kab, hingga Kepala Daerah, Maka sudah barang tentu masa-masa itu akan menjadi waktu yang paling menyibukkan bagi calon kepala negara dan daerah serta calon legislatif disemua tingkatan untuk ‘mempromosikan’ dan memantaskan diri untuk menjadi sosok pemimpin yang layak, termasuk nanti bagi warga masyarakat Humbahas.”Demikian ujar Admin Pemerhati Humbahas, Evendy Marbun, Senin (10/4-2023).
“Dikatakan, bagi masyarakat cerdas yang berlatar belakang pendidikan yang tinggi akan tidak terasa sulit untuk menetukan pilihannya, kalangan ini sangat mudah melihat mana calon pemimpin yang benar-benar mempunyai visi misi yang baik dan mampu membawa perubahan yang lebih baik bagi negeri ini dan mana pemimpin yang hanya sekedar untuk membawa misi peribadi dan golongannya”.
Lain halnya bagi masyarakat yang awam dan tidak memiliki ‘kecerdasan politik’ yang mumpuni akan sangat mudah terkelabui oleh janji dan pesona para calon pemimpin, yang dibantu para Tim Suksesnya yang akan hadir dan beraksi ditengah-tengah masyarakat Humbahas.
Sesungguhnya kalau kita mau berkata jujur, sebagian pelaku politik kita secara praktis masih berpolitik secara ‘picik’ dengan memfaatkan suara masyarakat untuk mencapai kemenangan dengan menghalalkan segala cara, entah itu dengan janji-janji palsu atau dengan politik transaksional.
Dan tidak jarang pula kita temui beberapa calon pemimpi yang masih memegang kekuasaan mamakai pola klim atas beberapa pembangunan yang terlaksana dimasyarakat sebagai bahan bualan politik untuk mempengaruhi dan meyakinkan masyarakat seakan-akan semua itu merupakan ‘pemberian pribadi’ darinya, padahal kesemua itu merupakan hak masyarakat dan kewajiban mereka.
Disinilah letak persoalan politik konvensional masyarakat kita, mudah tergiur oleh pesona dan bualan oknum politisi yang tidak membawa misi dan visi perubahan kearah yang lebih baik.
“Maka tidak salah bila Humbang Hasundutan sebagai kabupaten yang termasuk Lambat dalam hal pembangunan, akibat adanya kekeliruan kita sebagai masyarakat dalam memberi mandat kepada para pemimpin kita (eksekutif dan legislatif).
Dan untuk kesekian kalinya agar masyarakat tidak mudah dipolitisir, maka perlu adanya kesadaran untuk hadir ditengah-tengah mereka dalam bentuk pendidikan politik secara cerdas dan kritis agar pemilu kedepan ini tidak hanya menjadi ajang seremonial pesta demokrasi pemilihan pemimpin akan tetapi mampu melahirkan pemimpin-pemimpin yang memiliki sensivitas yang kuat atas penderitaan masyarakat disegala sektor.
Mari kita sudahi model politik yang “mengelabui/membohongi”. Hindari Politik Identitas, Cerdaskan masyarakat dan bangun negeri ini dengan niatan yang tulus demi kemajuan bangsa dan negeri terkhusus Humbang Hasundutan.Pungkasnya.
Pewarta: Evendy. Editor: Santoso.






