
Teropongindonesianews
Situbondo – ” Situbondo menyimpan mutiara seni budaya tradisi topeng berbasis sejarah yang sangat membanggakan dan patut di lestarikan”, di kutip dari pernyataan seorang akademisi, SUGIONO, M.Pd Guru SMA 1 Panarukan ( SMAPAN ) bidang Fisika.
Meskipun Sugiono,M.Pd bukan sorang guru seni, tapi dirinya sangat menyukai seni tradisi, sehingga tak segan segan datang kepada sesepuh seniman tradisi topeng berbasis sejarah di situbondo untuk mengeksplorasi kearifan lokal tersebut.
Di Kediaman Hosnatun yang lebih akrab di panggil Pak Tutun , yang juga menjadi tempat Devisi Penelitian dan Pengembangan Seni Budaya Tradisi dari Aliansi Pegiat dan Pelaku Wisata Situbondo (AP2WS ), Sugiono menimba Ilmu dari Pak Tutun, untuk kesekian kalinya, pada Minggu 30/04/2023
Sugiono menyampaikan kepada Media Teropong Indonesia News (TIN), bahwa kesenian Tari Tradisi Topeng Majapahitan yang berbasis sejarah ini, mungkin satu satunya yang berada di Nusantara ini dan sangat layak menjadi kebanggaan seluruh warga negara, khususnya masyarakat Situbondo.

Lebih lanjut Sugiono mengatakan bahwa Tari Topeng Majapahitan Yang berbasis sejarah, yang di pertahankan dan di lestarikan oleh Pak Tutun sangat layak kita perkenalkan kepada seluruh masyarakat, bahkan ke luar negeri pun sebagai salah satu jati diri bangsa ,patut kita perkenalkan dan tegakkan terkait dengan nilai historis budaya yang menjadi bagian dari sejarah perjalanan panjang Negara Kesatuan Republik Indonesia, Jelas Sugiono yang sudah Lulus Seleksi tahap awal pertukaran guru ke Korea Selatan.
Tari Tradisi Topeng Majapahitan yang berbasis sejarah ini, di ambil dari kisah sejarah perjalanan maha raja majapahit Prabu Hayam Wuruk, ketika berkunjung dan melakukan konsolidasi nasional dengan para raja, mantri se Jawa Bali dan Madura di Patukangan ( Panarukan, Situbondo ) pada Tahun 1359 M , yang di sambut oleh Adipati Suradikara, dengan Tarian Topeng, sebagaimana termaktub dalam Kitab Negarakertagama, Pupuh 26 – 28. (AgusTIN)









