
Teropongindonesianews.com
PRINGSEWU Lampung – Bumdes dipekon
Way kunyir kecamatan pegelaran Utara kabupaten Pringsewu, mangkrak Dan tak terurus dari tahun 2017 hingga 2023 tahun ini
Berkembang Informasi dilapangan Bumdes yang seharusnya bermanfaat untuk masyarakat sekitar dan pekon way kunyir kini malah mangkrak tak terurus yang menjadi pertanyaan masyarakat pekon way kunyir
Menurut sumber inisial MA mengatakan ” pengelolaan dana Bumdes yang dianggarkan dari dana DD kepala pekon way kunyir menganggarkan dana Desa untuk bumdes sesuai dengan pengajuan kelompok bumdes,Dipekon kami sempat ada bumdes pak tapi berjalan sebentar setelah ketua bumdesnya meninggal dari tahun 2017 sampai sekarang tidak ada kabarnya pak dan Kami masyarakat tidak pernah merasakan manfaatnya bumdes didesa kami “,Tuturnya

Ditempat Terpisah tim media ini sekdes saat dikonfirmasi sekdes mengatakan “bahwa bumdes di pekon way kunyir berjalan hanya satu tahun Dengan anggaran dana
Sumber dari dana DD nilai dana yang dianggarkan Rp = 30 juta pada tahun 2016-2017 dana tersebut dikelola oleh anggota bumdes,Untuk pembuatan tenda atau terop,menurut sekdes terop atau tenda tersebut dinyatakan rusak sehingganya Tidak berjalan atau tidak bermanfaat “, ungkap sekdes
” bumdes dibentuk Pada tahun 2016 berapa kali dana bumdes dianggarkan pak sekdes sidik menjelaskan dari tahun 2016 kami anggarkan lagi 3 kali 2016 Rp 30 juta 2017 Rp 30 juta dan 2019 Rp 30 juta,Dana Bumdes pertama tahun 2016 kami gunakan untuk pembuatan Tarub atau tenda berapa unit tidak dijelaskan Sedangkan untuk 2017 dan 2019 uang nya kami Silpa kan,
saat ditanya terkait anggaran dana bumdes yang kedua dan yang ketiga sudah dibentuk ketua bumdes yang baru, sekdes menyampaikan semenjak ketuanya meninggal samapai hari ini belum ada pengganti ,sekretaris pekon terkaitan. “,Imbuhnya
Terkait anggaran Bumdes keterangan dari sekdes sangat diragukan dan mustahil kalau di silpakan tidak ada nomor rekening,diduga anggaran tersebut masuk ke rekening pribadi
Ditempat terpisah kepala pekon way kunyir menjelaskan” kalau masalah dana bumdes saya tidak tahu pak itu di zaman pak Parman mantan kakon sebelumnya Kalau bapak-bapak ingin penjelasan tanya sama pak sekdes beliau yang lebih tahu “,Ucapnya singkat.
Pewarta : Sadek






