
Teropongindonesianews.com
FLORES – Pada bulan Februari kemarin saya Yohana Cintiliana dan beberapa teman dari ikatan keluarga kota Komba Ende mengadakan kunjungan ke pantai Nangarawa.
Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga dan memelihara keasrian alam di pantai tersebut. Dari teman-teman pengurus mengagendakan beberapa kegiatan di Pantai Nagarawa seperti membersihkan sampah di sekitar pantai, membuat tempat sampah, dan menanam beberapa jenis tanaman. Dari tiga agenda besar tersebut kami hanya menjalaninya selama tiga hari.
Berikut merupakan rangkuman perjalanan kami dari Ende menuju pantai Nangarawa di kecamatan kota Komba, kabupaten Manggarai Timur.
Hari Kamis 02 Februari 2023, Saya dan teman-teman mahasiswa yang berasal dari kota Komba berangkat menuju pantai Nangarawa. Kami berangkat pukul 06.00 menggunakan bis kayu. Sebelum berangkat saya sebagai seksi rohani di minta membawakan doa. Setelah berdoa selesai, kamipun langsung berangkat. Suasana di dalam bis terlihat sangat ceria seakan hidup tiada beban. Namun semakin jauh perjalanan semakin banyak pula dari teman-teman yang meminta plastik dari om sopir. Ini adalah pertanda suasana buruk mulai muncul. Tidak terasa, mobil mulai terlihat pelan waktunya kami istirahat untuk sarapan pagi di Nangaroro. Masih jauh perjalanan namun banyak teman-teman yang sudah terlihat lesu dan tak bersemangat. Lima menit berlalu tiba-tiba om sopir berteriak “ayo naik”. Ini adalah isyarat bahwa kami akan segera melanjutkan perjalanan.
Sekitar setengah jam perjalanan tiba-tiba mobil kami berhenti lagi. Teryata kami sudah sampai di Aegela. Tempat ini merupakan tempat yang terkenal dengan jagung manisnya. Kami pun menikmati jagung manis yang dibeli oleh teman-teman pengurus. Seperti biasa lima menit setelah istirahat kemudian kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan kami. Jam 12.00, kami tiba di kelurahan Tanah rata salah satu wilayah kecil dari kecamatan kota Komba. Dari tempat tersebut menuju Nangarawa membutuhkan sekitar setengah jam. Setelah istirahat beberapa menit di sana kami melanjutkan perjalanan kami menuju kantor desa di dekat pantai Nangarawa karena mereka sudah mempersiapkan makan siang untuk kami. Kami tiba di Nangarawa tepat pada pukul 01.00 siang. Di sana kami langsung disambut oleh kepala desa dan masyarakat desa Bamo. Sedikit informasi bahwa pantai Nangarawa berada di wilayah desa Bamo. Kemudian kami langsung di suguhi makanan khas warga di sana berupa ubi kayu dan ikan panggang.
Setelah makan, kami kemudian di arahkan ke penginapan masing-masing. Saya ingat betul saat itu saya nginap di rumah Ibu Romana. Karena melihat kondisi kami yang terlihat letih mama Romana langsung mengarahkan kami ke tempat tidur. Karena kami terlihat sangat lelap dalam istirahat tersebut, mama Romana sengaja tidak membangunkan kami untuk makan malam. Kami baru makan pada jam 05.30 pagi sekaligus sebagai sarapan pagi.
Hari Jumat, 03 Februari 2023 sekitar pukul 06.00 setelah mandi, saya dan teman sekamar saya yang bernama Ria berangkat menuju lokasi kegiatan. Di sana ketua dan pengurus sudah berkumpul dan mempersiapkan bahan-bahan yang kami butuhkan. Setelah teman-teman sudah berkumpul di tempat, kami langsung mulai beraktivitas sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Tepat pukul 07.00 pagi kami mulai bekerja. Pekerjaan itu berupa menebas rumput liar disekitar pantai. Kami kerja mulai dari pukul 07.00 sampai 11.00 pagi. Waktu yang tergolong cepat namun membutuhkan perjuangan yang Ekstra karena terik matahari sangat menyengat. Tidak terasa waktu jam makan siang sudah tiba. Saya dan teman-teman perempuan lainnya langsung berinisiatif untuk mempersiapkan makan siang untuk teman-teman. Kami tidak hanya bekerja sendiri tetapi ibu-ibu di sana juga sangat antusias membantu kami. Setelah makan siang selesai, kami langsung kembali ke rumah bapak/mama asuh masing-masing. Sampai di rumah sama seperti anak-anak mama Romana lainnya kami juga langsung membereskan semua pekerjaan rumah yang belum terselesaikan. Setelah kami istirahat dan melanjutkan aktivitas seperti biasanya.
Hari Sabtu 04 Februari 2023, kegiatan hari kedua di mulai. Kali ini kami sedikit lebih santai karena jadwalnya kami hanya membuat tempat sampah. Karena ini kerjanya sedikit lebih berat dan susah untuk di lakukan oleh kaum hawa, maka kami memutuskan untuk mempercayakan dan mengembankan tugas tersebut kepada teman-teman laki-laki. Kami hanya mempersiapkan makan siang untuk mereka. Ada tiga tempat sampah yang berhasil di buat oleh teman-teman waktu itu. Satu tempat sampah di tempatkan di kantor desa sedang dua lainnya ditempatkan di sekitar pantai. Hal itu bertujuan supaya pengunjung atau wisatawan memiliki kesadaran untuk membuang sampah pada tempat yang sudah kami sediakan.
Setelah pengerjaan sampah selesai kami meminta izin kepada penduduk setempat agar bisa mendampingi dan mengawasi kami saat mandi di pantai. Momentum yang kami tahan-tahan selama dua hari sebelumnya akhirnya terjawab juga pada hari itu. Kami mandi dengan penuh semangat dan dengan kegembiraan penuh. Setelah tua adat menginstruksikan untuk berhenti maka kami mempersiapkan semua perlengkapan dan kembali ke rumah bapak mama asuh masing-masing.
Hari Minggu 05 Februari 2023, Setelah mengikuti perayaan Ekaristi Kudus hari Minggu, kami melanjutkan kegiatan kami yaitu menanam beberapa jenis tanaman di sekitar daerah pantai. Kami juga dibantu oleh beberapa pengurus desa Bamo yang sengaja datang untuk bersama-sama menanam beberapa jenis tanaman tersebut serta untuk mengadakan acara perpisahan bersama dengan kami. Sekitar jam 12.00 siang kami berkumpul bersama dengan aparat desa serta orang tua asuh kami sambil menikmati makan siang bersama. Pada saat itu ada banyak drama tangisan dari teman-teman maupun orang-orang di sana. Kami menyadari bahwa waktu memang begitu singkat namun keberasamaan yang telah kami jalin akan dikenang selamanya. Jam 03 sore kami kembali ke kampung halaman masing-masing untuk berlibur beberapa hari sebelum berangkat lagi ke Ende.
Oleh : Yohana Cintiliana ( Mahasiswa Program Studi Bahasa Dan Sastra Indonesia,Universitas Flores )
( Alfaro/Wred )






