
Teropongindonesianews.com
BENGKULU TENGAH – Pemdes Kota Titik melaksanakan kegiatan Stunting Anak Sehat dan Ibu Hamil dan Rembuk Stunting bertempat di balai pertemuan desa kota titik kecamatan pematang tiga, kabupaten bengkulu tengah. Dalam upaya aksi konvergensi percepatan penurunan stunting, pemerintah desa kota titik bengkulu tengah melaksanakan rembuk stunting untuk memastikan terjadinya integrasi pelaksanaan intervensi penurunan stunting secara bersama, di ruang pertemuan desa kota titik, rabu (30/08/2023).
Dijelaskan Kades bahwa, salah satu indikator menjalankan aksi konvergensi pada tahun 2024 yang akan datang diperlukan ide, ini sebagai salah satu upaya kita mendapat wawasan dalam mencapai target. Dalam acara rembuk stunting dan perencanaan desa sehat di desa kota titik tahun 2023, yang tepat terdampak stunting 3 (tiga) orang. Kata kades
Acara dihadiri Camat Mades, Kasi PMD Uyub, Kepala Desa Muslim, Pendamping kecamatan Retno, bidan desa di wakili kader, Perangkat Desa, ketua BPD, Kader Lansia dan tokoh masyarakat.
Lanjut Kades Kota Titik, kostunting ini merupakan salah satu rangkaian Pramusyawarah desa untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa tahun 2024, juga menjadi amanat Pemerintah Pusat dan Kabupaten terhadap pemerintah desa agar memprioritaskan penggunaan dana desa tahun 2024 untuk pencegahan dan penanganan stunting. Peserta dari rembuk stunting desa yaitu Kader Pembangunan Manusia (KPM).

Lanjutnya ” Rembuk stunting ini sifatnya wajib dilaksanakan di setiap desa karena diinstruksikan langsung dari pemerintah pusat berdasarkan regulasi. Permasalahan stunting menjadi prioritas pemerintah dikarenakan masalah ini memengaruhi kualitas SDM yakni terhambatnya tumbuh kembang anak. Oleh sebab itu, program ini harus dilaksanakan secara konvergen atau terpusat, terpadu, terkoordinasi oleh berbagai lintas sektor, mengingat urgensi persoalan stunting ini, maka diwajibkan Bagi Desa menuangkan dalam RKP Desa dan APBDes untuk memastikan adanya program penanganan dan pencegahan stunting.
“Langkah ini diambil dengan harapan dapat membangun kapasitas dan komitmen pemerintah desa dalam merencanakan, mengimplementasikan, memantau, dan mengevaluasi intervensi yang terpusat guna mengurangi angka gagal tumbuh anak, hal ini menjadi penting sebab pencegahan dan penanganan stunting menjadi salah satu komitmen pencapaian pemerintah dalam tujuan pembangunan”.
“Terima kasih atas kerja keras dan peran aktif melakukan berbagai sektor stakeholder perangkat desa, BPD, seluruh kader,bidan desa, puskesmas pematang tiga dan Pemerintah kecamatan yang hadir, secara intensif melakukan kolaborasi di tingkat desa dari itu saya berharap hal itu dapat menambah semangat bersama”. Ucapnya
Tarmizi








