
Teropongindonesianews.com
Ende – Akibat kemarau yang berkepanjangan, petani di Moni Kelimutu tepatnya di Kecamatan Kelimutu Kabupaten Ende, NTT dipastikan mengalami kerugian.
Pasalnya, tanaman Cabai,Tomat dan Sayur sayuran milik petani saat ini kondisinya sudah rusak akibat kekurangan ketersediaan air. Bahkan sebagian sudah mengering dan mati., salah satu petani Sayuran Di Desa Wolokelo Kec Kelimutu,Yulius P Sedo kepada media mengatakan, kondisi batang tanaman cabai dan Sayur Sawi putih yang ia tanam di lahan seluas setenga hektar sudah mengering.
dikatakan Yulius tanaman yang masih hidup juga tidak berkembang maksimal karena kekurangan air, dan pada akhirnya mati. tutur Yulius kepada teropong indonesia news.com, Sabtu (7/10/2023
Yulius yang akrab di sapa Bronjo menyebutkan, kekeringan sudah terjadi sudah empat bulan . Kondisi tersebut mengakibatkan tanaman sayuran dan cabai mati kekeringan.

“ cuaca extrim dan kemarau panjang menyebabkan tanaman sayuran juga cabai kering dan mati. Kondisi seperti ini bagi kami petani menjadi fatal karena gagal panen dan merugi, ungkap Lius yang juga merupakan Anggota BPD Desa Wolokelo .
Lius mengaku saat ini dirinya hanya bisa berharap agar hujan segera turun sehingga dapat melakukan penanaman kembali.dan semoga ada perhatian dari pemerintah untuk kami para petani ini.
Pantauan langsung oleh Wartawan Teropong Indonesia news,masyarakat di kecamatan Kelimutu dominan melakukan budidaya komoditas pertanian.
Pewarta: Aloisius Ngaga.
Editor: Santoso.






