
Teropongindonesianews.com
Denpasar – Aksi pengecoran BBM di wilayah Serangan, Kecamatan Denpasar Selatan makin menggila. Diduga ada oknum kuat yang membackup di belakangnya, sebab aksinya dilakukan sering dilakukan dan secara terang terangan.
Dugaan mafia minyak melakukan pengecoran di salah satu gudang ilegal yang ada di wilayah Serangan ini juga, menjadi sorotan banyak pihak. Tak sedikit yang mempertanyakan, kelangkaan BBM di sejumlah SPBU belakangan ini karena ulah mereka.

Dari pengamatan wartawan belum lama ini di dekat area pelabuhan Serangan, segerombolan oknum terlihat tengah menurunkan BBM dari atas truk DK 8194 TF yang baknya telah dimodifikasi sebagai wadah penampungan. BBM yang diturunkan tersebut langsung dimasukkan kedalam salah satu gudang. Belum jelas dari mana ribuan liter BBM itu dapat.
Padahal sesuai ketentuan setiap orang yang menyimpan BBM tanpa izin usaha penyimpanan dapat dikenai pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 53 huruf c Undang Undang Migas. Juga dimaksud dalam Pasal 23 tanpa izin usaha penyimpanan dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 tahun dan denda paling tinggi Rp. 30 miliar.
Begitu pula dengan pengangkutan harus memiliki izin usaha pengangkutan. Setiap orang yang melakukan pengangkutan tanpa izin usaha pengangkutan dapat dikenai pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 53 huruf b UU Migas. Juga dalam Pasal 23 tanpa izin usaha pengangkutan dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 tahun dan denda paling tinggi Rp 40 miliar.
Ada pihak yang mengangkut BBM bersubsidi tidak sesuai dengan tujuan. Perbuatan tersebut dapat diartikan sebagai penyalahgunaan pengangkutan BBM yang diatur dalam Pasal 55 UU Migas, setiap orang yang menyalahgunakan pengangkutan dan/atau niaga bahan bakar minyak yang disubsidi Pemerintah dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda paling tinggi Rp. 60 miliar.
Sumber di lapangan yang meminta namanya dirahasiakan menyebut, awalnya BBM itu disimpan di gudang yang berada di suatu tempat untuk kemudian di bawa ke wilayah Serangan. Untuk memuluskan aksi pengangkutannya, para oknum iniĀ menggunakan truk col diesel yang baknya sudah diisi wadah penampung dan ditutupi terpal.
“Setiap hari mereka kerja, menurunkan minyak di sana. Kalau pingin mas lihat langsung datang saja tengah malam ke sini,” terang sumber tersebut.
Pewarta: Zamri B/Tim.
Editor: Santoso.






